Namun, stan yang digunakan saat ini, cenderung seadanya. "Swadaya paguyuban. Bahkan, belum ada sentuhan Pemkab Pasuruan," kata Yasib, petani yang juga pedagang sedap malam di Rembang.
Menurut Yasib, Pemkab Pasuruan seharusnya memberikan perhatiannya kepada para petani ataupun pedagang bunga sedap malam. Salah satunya dengan menyediakan stan khusus untuk para pedagang sedap malam di Pasar Bangil.
Selama ini, kata Yasib, pedagang bunga sedap malam di Pasar Bangil, berjualan seadanya. Bahkan untuk mendirikan lapak, mereka swadaya. "Kami harap Pemkab Pasuruan bisa membuatkan stan khusus atau semacam sentra sedap malam di Pasar Bangil. Agar kesan perhatian terhadap pedagang bunga sedap malam terasa," sampainya.
Yasib menilai, dengan penyediaan sentra bunga sedap malam, tentu tidak hanya menguntungkan pedagang. Tetapi juga memberi kemudahan bagi pembeli.
Sebab, mereka yang hendak membeli sedap malam, tidak lagi bingung. "Apalagi, pembelinya kan tidak hanya dari Bangil ataupun sekitarnya. Tapi bisa juga dari luar kota. Dengan dibangunnya sentra sedap malam itu, tentu akan memberi kemudahan bagi pembeli luar daerah. Ini juga keuntungan bagi pemerintah daerah, dengan bisa menunjukkan ikonnya," bebernya.
Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Diano VF Santoso mengatakan, pendirian sentra bunga sedap malam memang tengah dirancang. Mengingat, bunga sedap malam, merupakan ikon bunga unggulan Kabupaten Pasuruan.
"Sehingga tugas dan fungsi Disperindag untuk memfasilitasi penjualannya guna kesejahteraan petani yang selama ini dibina dinas terkait," jelasnya.
Ia menambahkan, kalau Bupati Pasuruan sangat intens mengangkat bunga yang akhirnya dijadikan motif batik kebanggan Kabupaten Pasuruan tersebut. Bahkan, dukungan untuk pertanian sedap malam juga dilakukan dengan festival sedap malam yang tengah dirancang pada peringatan hari jadi dan Pasar Sabtu Minggu Always Fresh.
"Makanya, kami akan upayakan untuk pendirian stan tersebut. Proposal dari petani ataupun pedagang sudah kami terima dan sedang kami usulkan untuk mewujudkannya," tandasnya. (one/fun) Editor : Jawanto Arifin