BANGIL, Radar Bromo – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menunjukkan keseriusannya dalam mendukung program makan bergizi gratis.
Empat lokasi strategis diusulkan untuk menjadi dapur MBG sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Saat ini, Pemkab Pasuruan tinggal menanti respons dan survei kelayakan dari pemerintah pusat.
Empat lokasi yang telah diusulkan Pemkab Pasuruan tersebar di beberapa titik. Dua di antaranya berada di Kelurahan Gempeng dan Kelurahan Dermo.
Selanjutnya, satu titik di Desa Gayam, Kecamatan Gondangwetan, dan satu titik lainnya di Kelurahan/Kecamatan Kejayan. Usulan ini langsung disampaikan ke Kemendagri untuk ditinjau kelayakannya.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, memastikan bahwa usulan lokasi ini telah sesuai dengan spesifikasi yang diminta berdasarkan Surat Edaran (SE) Mendagri tentang dukungan pemerintah daerah terhadap program ini.
"Yang jelas sudah kami penuhi sesuai dengam poin-poin yang dipersyaratkan," kata dia.
Secara spesifik, Kemendagri menetapkan standar ketat untuk lahan dapur umum MBG. Lahan harus memiliki luas antara 800 hingga 1.000 meter persegi, dengan lebar depan minimal 25 meter.
Tak hanya itu, lokasi juga harus strategis, yaitu dekat dengan lingkungan sekolah dengan waktu tempuh maksimal 20 menit, serta memiliki akses jalan selebar 3 meter.
Kriteria ini menunjukkan bahwa dapur umum ini dirancang tidak hanya sebagai fasilitas logistik, tetapi juga bisa berintegrasi dengan komunitas pendidikan.
Saat ini, Pemkab Pasuruan masih dalam posisi menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
Bupati Rusdi menyatakan kesiapan penuh jika ada tim dari pusat yang turun langsung untuk melakukan survei kelayakan.
"Kami masih menunggu jawaban dari pemerintah pusat. Kalau memang ada tim yang survei, kami siap sewaktu-waktu," tegas Bupati Rusdi. (tom/fun)
Editor : Fandi Armanto