PROBOLINGGO, Radar Bromo - Atlet panjat tebing muda asal Kota Probolinggo, Bomantara Bintang Prayuda, 18, resmi menembus SEA Games Thailand 2025.
Pemanjat yang akrab disapa Boman ini menjadi salah satu wakil Indonesia di nomor boulder, setelah rentetan prestasi impresif selama tahun 2025.
Ketua Harian FPTI Kota Probolinggo, Iwan Rosidi menyebut, pencapaian ini bukan hadiah instan. Boman telah menghabiskan tahun ini dengan mengikuti berbagai kejuaraan bergengsi, mulai dari Kejurprov, Kejurnas, Porprov, IFSC Youth Asian Championship Guiyang 2025 di China, hingga POPNAS XVII 2025.
“Di Kejurnas, Boman meraih emas di nomor Boulder Junior Putra. Meski di Porprov ia hanya membawa pulang perak, performanya secara keseluruhan sangat stabil,” ujar Iwan.
Rangkaian prestasi tersebut mengantarkan Boman masuk Pelatnas, yang telah berlangsung sejak Oktober di Hotel Santika Premiere, Kota Harapan Indah, Bekasi.
Dari Pelatnas itulah Boman terpilih bergabung bersama 17 atlet Indonesia lainnya yang diproyeksikan menuju SEA Games. Di nomor Boulder, ia akan turun bersama lima atlet tanah air.
Iwan menjelaskan, Boman diprediksi bakal menghadapi pesaing kuat dari negara-negara Asia Tenggara.
“Kemungkinan ia bertemu lawan dari Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Yang paling berat tentu tuan rumah Thailand, juga Singapura dan Malaysia yang memiliki sistem olahraga sangat mapan,” terangnya.
Indonesia mematok target tiga emas dari cabang olahraga panjat tebing pada SEA Games 2025.
Namun regulasi ketat SEA Games yang membatasi usia atlet membuat banyak atlet senior tak bisa turun.
Kondisi ini membuat Boman—yang baru pertama kali tampil di ajang multi-event internasional—perlu beradaptasi dengan atmosfer kompetisi yang jauh lebih menegangkan dibanding single event.
“Vibes-nya jelas berbeda. Tekanan mental lebih tinggi dan itu bisa berpengaruh pada performa,” kata Iwan.
Untuk mengatasi tekanan tersebut, Iwan memberikan pesan khusus kepada Boman. “Tetap fokus, banyak berdoa, dan berikan yang terbaik untuk daerah serta Indonesia. Lakukan semuanya dengan sabar,” pesannya.
Iwan juga berpesan agar Boman tidak terpengaruh komentar negatif yang dapat menjatuhkan mental.
“Anggap saja angin lalu. Terus maju. InsyaAllah karier terbuka lebar, apalagi dengan kebijakan pemerintah—seperti janji Presiden Prabowo—yang memberi kemudahan bagi atlet berprestasi untuk menjadi ASN atau TNI/Polri,” ujarnya.
Menurut Iwan, seorang atlet perlu memiliki lima modal penting untuk menjadi juara dunia. Yakni tekun dan sabar, tidak kepo, tidak gampang mengeluh, memiliki motivasi dan ambisi, dan selalu bersyukur.
Sedangkan tiga adab yang wajib dijaga selama berlatih di Pelatnas adalah selalu berterima kasih, berani meminta maaf, dan meminta bimbingan pelatih.
“Jika semua dijalankan, Insyaallah akan muncul sugesti positif yang memperkuat mental untuk memenangkan lomba,” pungkas Iwan. (gus/fun)
Editor : Abdul Wahid