------------------------------------------------------------------------------------------------------
ARUNG jeram sejatinya sudah lama menggeliat di Kabupaten Probolinggo. Derasnya arus sungai Pekalen, sudah lama dimanfaatkan untuk olahraga yang memacu adrenalin ini. Bahkan, juga jadi tempat wisata andalan.
Namun, Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Probolinggo baru beberapa tahun terakhir menggeliat. Dirintis sejak 2017 silam, FAJI baru masuk di KONI setempat pada 2020 lalu.
Meski baru hitungan tahun, namun cabor arung jeram sudah menorehkan sejumlah prestasi. Di antaranya memborong sejumlah medali di ekshibisi Porprov 2022 lalu, serta jadi tuan rumah Kejurnas.
Atlet-atlet arung jeram sendiri memanfaatkan derasnya aliran Sungai Pekalen untuk berlatih. Para atlet biasanya menerpa latihan fisik di lokasi wisata Songa Adventure. “Lantihan kami biasanya tiga kali dalam seminggu,” kata Ketua FAJI Kabupaten Probolinggo Abdullah, saat ditemui di Base Camp Songa Adventure, Condong, Gading.
Saat ini, atlet-atlet arung jeram tengah fokus mempersiapkan diri untuk ajang pra porprov. Latihannya pun tak sekadar di sungai. Namun, juga latihan fisik di darat. Seperti lari dengan jarak 2-3 kilometer.
“Kami fokuskan ketahanan fisiknya. Biasanya, juga kami beri latihan lebih. Misal, pada perlombaan itu kan 27-28 menit, kami beri latuhan fisik 1 jam,” bebernya.
Selain latihan fisik, para atlet juga diberi pemahaman tentang karakteristik sungai. Agar, para atlet dapat mengatasi rintangan pada saat perlombaan.
“Seperti pencarian arus itu, kami berikan ilmunya. Hal ini penting agar speed stabil. Cekungan arus juga kami beri pemahaman agar bisa diatasi. Alhamdulillah, saat ini banyak peningkatan. Mereka kadang kala juga berlatih sendiri. Sangat semangat,” bebernya.
Prospek arung jeram pun masih cerah. Saat ini, FAJI memiliki 27 atlet. Dengan komposisi 16 atlet putri dan 11 atlet putra. Rata-rata, umur atlet masih belasan sampai 20 tahun ke atas.
“Karena FAJI ini baru, kami adakan rekrutmen atlet. Kami bekerja sama dengan SMA-SMA. Di sana ditemukan beberapa atlet, kami latih. Tentu ada spesifikasi atau persyaratan dalam menjadi atlet FAJI,” kata pria berambut gondrong tersebut.
Arung jeram sendiri memiliki beberapa kategori saat dilombakan. Seperti sprint, head to head, slalom, dan down river race. Setiap kategori terdiri dari beberapa kelas. Yakni, kelas R4 atau empat pendayung open putra dan putri untuk kategori remaja U-19, junior U-23, open, serta kelas R4 eksebisi untuk kategori campuran.
Meski masih baru, sejumlah prestasi arung jeram juga sudah berprestasi. Di antaranya, pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram 2022 di Sungai Pekalen, akhir tahun lalu. “Pada lomba sprint di Kejurnas, (Tim Probolinggo) telah mendapat emas, open di 5 besar, junior di 5 besar, youth putra dapat emas, youth putri perak. Jadi, sudah sumbang dua emas dan 1 perak sebagai tuan rumah (Jatim),” paparnya.
Di Kejurda Oktober lalu, atlet-atlet arung jeram Kabupaten Probolinggo juga menyumbang sejumlah medali. (mu/mie) Editor : Ronald Fernando