Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tak Berpikir Pensiun, Dua Warga Pandaan-Pasuruan Ini Rasakan Berkah Menjadi Sekuriti Masjid

Rizal Syatori • Kamis, 12 Maret 2026 | 07:30 WIB

DI Masjid Muhammad Cheng Hoo Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, ada dua orang sosok penting. Tugasnya memastikan keamanan di sekitar masjid tetap terjaga.
DI Masjid Muhammad Cheng Hoo Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, ada dua orang sosok penting. Tugasnya memastikan keamanan di sekitar masjid tetap terjaga.

DI Masjid Muhammad Cheng Hoo Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, ada dua orang sosok penting. Tugasnya memastikan keamanan di sekitar masjid tetap terjaga. Termasuk keamanan barang bawaan jemaah dan aset masjid. Dialah Suwaji, 55 dan Abdul Amin, 31.

Suwaji dan Amin sudah belasan tahun menjadi sekuriti di Masjid Muhammad Cheng Hoo. Bagi jemaah dan penggurus takmir masjid, dua sosok ini sudah sangat dikenal. Saban malam, mereka dipastikan selalu hadir di masjid. Tugasnya, memastikan lingkungan masjid aman.

Bila malam, Suwaji dan Amin mudah ditemui di sekitar masjid. Termasuk ketika Ramadan. Ia dapat dijumpai mulai waktu tarawih. Karena tugasnya sebagai sekuriti masjid hanya ketika malam sampai pagi.

“Di luar Ramadan, jam tugas kami berdua sebagai sekuriti mulai pukul 21.00 sampai sekitar pukul 05.00 atau setelah Subuh. Kalau Ramadan, mulai tarawih atau maju dari hari biasanya," ujar Suwaji diamini Amin.

Ketika pagi sampai malam, tidak ada petugas keamanan khusus. Karena kendaraan jemaah sudah dijaga oleh juru parkir. Petugas kebersihan masjid juga standby. Ikut serta mengawasi sekitaran masjid.

Ketika malam sampai pagi yang merupakan jam-jam rawan, ada petugas keamanan khusus. Di sinilah Suwaji dan Amin diperlukan. Keamanan aset beserta sarana prasarana, termasuk kendaraan jemaah menjadi tanggung jawab mereka.

“Kalau pagi, ketika petugas kebersihan dan juru parkir sudah ada yang datang, kami pulang. Kalau belum, kami harus menunggu dulu sampai mereka datang. Setiap hari seperti itu," jelas Suwaji.

Di luar menjadi sekuriti, Suwaji bekerja sebagai tukang ojek di kampungnya. Yakni, di Dusun Kelurahan, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan. Sedangkan, Amin memilih menjadi petani di desanya. Di Dusun Gebang, Desa Banjarsari, Kecamatan Pandaan.

“Saya sudah 10 tahun menjadi sekuriti di Masjid Muhammad Cheng Hoo ini. Kalau Amin lebih lama lagi, sudah 12 tahun. Kami direkrut oleh takmir. Tugasnya, khusus menjadi sekuriti. Alhamdulillah dapat gaji, tapi saya tidak melihat nominalnya. Bagi kami, ini merupakan bagian dari ibadah dan pengabdian," kata Suwaji.

Karena hanya berdua, Suwaji dan Amin bergantian berpatroli setiap 30 menit sampai satu jam sekali. Ketika Suwaji berkeliling, Amin standby di pos. Begitu sebaliknya. Termasuk ketika mengantuk atau istirahat, juga harus gantian.

“Kami juga sama-sama ada libur. Sepekan sekali, juga bergantian,” uja Suwaji yang merupakan bapak dua orang anak itu.

Selama belasan tahun menjadi penjaga masjid, banyak peristiwa “unik” yang dijumpai keduanya. Seperti memergoki dan mengamankan orang mencurigakan ketika mencongkel kotak amal, juga orang mabuk dari luar kemudian masuk ke masjid. Bahkan, ada orang gila, gelandangan, dan pengemis ke masjid.

“Rawan maling, sasarannya kotak amal. Dilakukan malam hari karena sepi. Kalau pagi sampai sore aman. Jika kami pergoki, kami amankan dan langsung berkoordinasi dengan polsek," ujarnya.

Menghadapi orang mabuk, gepeng, dan orang gila, sebagai sekuriti, tugasnya mengarahkan masing-masing untuk keluar area masjid.

“Sering orang mabuk saat kami ingatkan malah marah-marah, juga mengancam. Jika nemui orang seperti itu, kami juga koordinasi dengan polsek. Dari kami, pesan dari takmir, hindari main hakim sendiri atau main pukul," ungkapnya.

Belasan tahun di masjid, Suwaji dan Amin belum terpikir untuk pensiun. Terutama ketika selama ini telah merasakan berkahnya mengabdi untuk masjid. Apalagi, keluarga besarnya sangat mendukung.

“Selama mendapat amanah menjadi sekuriti, kami akan terus berusaha bekerja dengan maksimal dan ikhlas. Ya kerja, ya ibadah," ucap Suwaji diamini Amin. (rizal fahmi syatori/rud)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#muhammad cheng hoo #pasuruan #Pandaan #masjid