
PASURUAN, Radar Bromo - Fenomena bediding mulai dirasakan masyarakat di wilayah Pasuruan dan Probolinggo, seiring memasuki musim kemarau.
Suhu udara pada malam hingga pagi hari, terasa lebih dingin dibandingkan hari-hari biasa, akibat pengaruh aliran massa udara dingin dari Australia.
Data pengamatan BMKG menunjukkan, suhu minimum di sejumlah wilayah Jawa Timur, mengalami penurunan cukup signifikan.
Di kawasan Bromo, suhu minimum tercatat mencapai 8,3 derajat Celsius. Sementara di Glenmore, Banyuwangi, suhu minimum berada di angka 14,7 derajat Celsius.
Untuk wilayah Pasuruan, suhu minimum yang tercatat di Stasiun Geofisika Pasuruan mencapai 17 derajat Celsius.
Sedangkan di Kota Batu suhu minimum mencapai 17,5 derajat Celsius dan Malang 18,2 derajat Celsius.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi menjelaskan, fenomena bediding merupakan kondisi yang lazim terjadi, selama musim kemarau.
Penyebab utamanya, adalah aliran udara dingin dan kering yang berasal dari Benua Australia. “Karena aliran udara dingin dari Australia,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut diperkirakan berlangsung sepanjang musim kemarau. Dampaknya, suhu udara pada malam hingga dini hari akan terasa lebih dingin, terutama di wilayah dataran tinggi maupun daerah yang minim tutupan awan.
“Sepanjang musim kemarau,” tambahnya saat ditanya mengenai durasi fenomena tersebut.



