PROBOLINGGO, Radar Bromo -Ramp (bidang miring) atau lereng exit Tol Probolinggo Timur di Leces, Kabupaten Probolinggo, alami longsor Selasa (10/2). Kondisi itu membuat warga setempat waswas.
Longsor diduga dipicu intensitas hujan tinggi yang mengguyur Probolinggo dan sekitarnya, beberapa waktu terakhir.
Hasim, 64, warga Desa Clarak, Kecamatan Leces mengatakan, sebelum longsor, hujan deras turun.
Kondisi itu menyebabkan tanah di ramp exit tol menjadi gembur. Hasim bahkan sempat melihat gerusan tanah di ramp exit tol tersebut.
“Diduga karena hujan terus-menerus, tanah di lereng (ramp, Red) itu jadi gembur lalu longsor. Kami berharap pihak pengelola tol segera melakukan perbaikan,” ujarnya.
Menurutnya, longsor itu menyebabkan warga sekitar khawatir. Sebab, mereka kerap beraktivitas di jalan arteri yang lokasinya berada di bawah lereng tersebut. Seperti mencari rumput untuk pakan ternak.
“Saya dan warga lain sering mencari rumput di dekat lokasi itu. Khawatirnya tiba-tiba ambles. Kalau sampai menggerus jalan atau pembatasnya ikut roboh, bisa membahayakan kami yang ada di bawah atau kendaraan yang melintas,” terangnya.
Manajer Operasi dan Konstruksi PT Transjawa Paspro Jalan Tol Vippi Hadiyanto dalam keterangan resminya menyampaikan, pihaknya telah menerima laporan dari warga lokal perihal longsor yang terjadi. Petugas pun sudah mengecek lokasi yang dimaksud.
Berdasarkan hasil pengecekan, memang terjadi gerusan atau longsoran pada lereng dengan dimensi panjang 24 meter, tinggi 10 meter, dan kedalaman sekitar satu meter. Namun lokasi gerusan berada cukup jauh dari pagar ruang milik jalan (rumja).
“Lokasi gerusan berada pada area lereng yang berjarak cukup jauh dari pagar ruang milik jalan. Sehingga tidak memengaruhi konstruksi maupun operasional jalan tol,” jelas Vippi.
Ia menegaskan, longsor terjadi akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, secara struktur, kondisi lereng masih dalam kategori terkendali. Tidak berpotensi menjalar ke badan jalan tol maupun ke area permukiman dan lahan milik warga.
“Berdasarkan hasil identifikasi teknis di lapangan, posisi gerusan berada pada area lereng yang secara struktur masih terkendali. Sehingga tidak berpotensi menjalar hingga ke area permukiman maupun lahan masyarakat,” ujarnya.
Meski begitu, PT Transjawa Paspro Jalan Tol melalui tim teknis telah melakukan sejumlah upaya mitigasi untuk menjaga stabilitas lereng.
Di antaranya, melakukan perkuatan lereng menggunakan cerucuk bambu serta pemasangan soil bag di area terdampak.
Lalu untuk memastikan keselamatan pengguna jalan, pengelola juga memasang rambu kerucut lalu lintas (traffic cone) di sekitar lokasi.
Tujuannya, mengantisipasi kendaraan yang melintas maupun berhenti darurat di area tersebut.
“Kami memastikan keselamatan pengguna jalan dengan melakukan pemasangan rambu lalu lintas di sekitar lokasi terdampak,” ungkapnya.
PT Transjawa Paspro Jalan Tol memastikan, hingga saat ini kondisi jalan tol tetap aman dan beroperasi secara normal.
Pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan berkala serta menyiapkan penanganan lanjutan secara permanen sesuai hasil evaluasi teknis di lapangan.
“Perusahaan berkomitmen menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan serta lingkungan sekitar dengan melakukan pemantauan dan penanganan lanjutan secara menyeluruh,” terangnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi