WONOMERTO, Radar Bromo– Atap gedung SD Negeri (SDN) Sumberkare 1 di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, tiba-tiba ambrol. Tiga ruang kelas pun rusak parah.
SDN Sumberkare 1 ini memiliki tiga lokal bangunan. Bangunan bagian tengah terdiri atas tiga ruang kelas yaitu kelas 1, 2, dan 3. Atap bangunan inilah yang ambrol. Sehingga tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menyampaikan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 17.30.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo pun segera menuju lokasi.
“Kami langsung melakukan asesmen, mengamankan aset yang ada dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ungkapnya.
Kamis (15/1), sebelum atap gedung sekolah ambrol, menurutnya, hujan dengan intensitas ringan turun di Wonomerto.
Di sisi lain, kondisi rangka atap diduga sudah lapuk sehingga tidak dapat menahan beban. Alhasil atap sekolah ambrol.
“Bangunan yang ambrol ini ada di tengah, terdiri atas tiga ruang kelas. Sementara waktu, bangunan ini tidak bisa ditempati untuk kegiatan belajar mengajar,” terangnya.
Oemar menjelaskan, atap ambrol setelah kayu kuda-kuda bangunan patah. Lalu, sejumlah genting berjatuhan ke ruang kelas. Beruntung, peristiwa itu terjadi sore hari saat sekolah sudah tutup.
“Untuk mengamankan lokasi, kami juga telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi,” kata Oemar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya)) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono membenarkan kejadian itu. Kelas 1, 2, dan 3 menurutnya, terdiri atas 54 murid.
“Sementara ini, proses belajar mengajar dipindahkan ke ruang kepala sekolah, perpustakaan, dan sebagian ikut ke kelas 5,” ungkapnya.
Hary menduga, atap sekolah ambrol karena berbagai faktor. Di antaranya, hujan cukup lebat, konstruksi atap yang kurang baik atau lapuk, serta kondisi tanah di sekitar lokasi yang diduga merupakan tanah gerak.
“Untuk proses perbaikan, kami sudah mengusulkan melalui program revitalisasi sekolah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Semoga dalam waktu dekat bisa terealisasi,” terangnya.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Agus Budianto menambahkan, pihaknya akan mengecek ke lokasi kejadian untuk asesmen.
Sehingga akan diketahui berapa anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan.
“Baru nantinya kami lakukan perencanaan. Tentu dengan penguatan konstruksi daripada bangunan yang sebelumnya,” pungkasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi