PROBOLINGGO, Radar Bromo – Dua bus pariwisata terdeteksi mengalami kendala pada sistem pengereman. Rem dinilai kurang pakem, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan, terlebih saat musim hujan.
Hal ini diketahui saat ramp check bus pariwisata Jumat (26/12) di Rest Area Oleh-Oleh Alia Bromo, Ngepung, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Ramp check dilakukan oleh petugas gabungan. Yaitu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur, Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur, Jasa Raharja, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo.
“Ramp check dilakukan sebagai bentuk inspeksi keselamatan untuk memastikan bus benar-benar laik jalan selama angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” terang Kepala UPT Terminal Tipe A Bayuangga Kota Probolinggo Budi Harjo.
Ada empat unit bus pariwisata yang diperiksa selama ramp check. Pemeriksaan meliputi uji kering atau pengecekan secara kasat mata terhadap komponen penting kendaraan. Mulai dari wiper, kondisi ban, lampu, sistem pengereman, klakson, hingga kelengkapan peralatan keselamatan seperti alat pemadam api ringan (APAR), kotak P3K, dan alat pemecah kaca untuk kondisi darurat.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah catatan. Semua bus dinyatakan memiliki APAR. Namun, satu bus punya alat pemecah kaca yang tidak sesuai ketentuan.
“Seharusnya tersedia enam unit, namun hanya ada empat. Kami minta pemilik bus segera melengkapi kekurangannya,” jelas Budi.
Selain itu, satu unit bus diketahui memiliki kondisi ban belakang yang sudah aus. Petugas pun meminta agar ban diganti saat itu juga, sebelum melanjutkan perjalanan.
Tak hanya itu, dua bus pariwisata juga terdeteksi mengalami kendala pada sistem pengereman. Rem dinilai kurang pakem, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan.
“Karena perusahaan otobusnya dari Probolinggo, kami minta teknisi langsung datang ke lokasi untuk perbaikan. Masalah rem ini sangat vital dan tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Selain aspek teknis kendaraan, petugas juga memeriksa kelengkapan administrasi dan dokumen perjalanan bus.
Hasilnya, diketahui izin trayek dan uji kir dua bus sudah kedaluwarsa. Sehingga pengelola bus langsung diberi teguran untuk segera melakukan pembaruan.
Petugas juga memeriksa kesehatan para pengemudi guna memastikan kondisi fisik mereka prima selama mengemudi. “Alhamdulillah, hasil pemeriksaan kesehatan pengemudi aman, tidak ada yang sakit,” pungkas Budi.
Dengan ramp check ini diharapkan seluruh bus pariwisata yang beroperasi selama libur Nataru benar-benar memenuhi standar keselamatan. Sehingga perjalanan wisata masyarakat dapat berlangsung aman dan nyaman. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi