MAYANGAN, Radar Bromo- Banyaknya sedimen atau endapan di saluran pematusan di Jalan Basuki Rahmat, Kota Probolinggo, membuat jalan mudah tergenang. Salah satunya di depan Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) Kota Probolinggo. Karena itu, harus dinormalisasi.
Normalisasi dilakukan dengan anggaran Rp 118.600.000. Berdasarkan informasi pada papan proyek, kontrak proyek ditandatangani pada 1 Desember 2025. Proyek dengan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) 2025 ini digarap oleh CV Subiandana Abadi.
Pengawas proyek, Subianto, 46, mengatakan, proyek ini kini sudah mencapai 85 persen. Kurang 15 persen lagi rampung.
“Kemungkinan Jumat (19/12) sudah bisa selesai. Ini cuma kurang pengecoran tutup salurannya. Sementara, untuk yang lain-lain sudah semua. Termasuk normalisasinya,” ujar warga Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, ini.
Subianto mengatakan, rehabilitasi dilakukan terhadap saluran pematusan mulai depan Tempat Penampungan Sementara Sampah (TPS) ke barat sejauh kurang lebih 63 meter. Sepanjang 20 meter saluran dibongkar dan plengsengannya dibangun ulang.
“Sisanya normalisasi saluran saja, karena banyak endapan. Ini juga berpengaruh kalau musim hujan seperti sekarang, air sulit mengalir,” katanya.
Ia menjelaskan, tutup drainase nantinya akan dibuat dari cor ready mix.
“Kami menggunakan ready mix karena mutu betonnya lebih terukur. Harapannya, lebih kuat dan tahan lama. Berbeda dengan kalau bikin beton sendiri,” ungkapnya.
Kepala Dinas PUPR PKP Kota Probolinggo Setyorini Sayekti mengatakan, normalisasi drainase dilakukan karena lokasi existing air tak bisa masuk ke saluran. Terhalang endapan. “Ada endapan tanah di dalamnya dan itu sudah mencapai separo badan saluran. Karena itu butuh dinormalisasi,” jelasnya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga