PROBOLINGGO, Radar Bromo - Pertamina terus berupaya meningkatkan layanan kepada konsumen. Kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang dijual kepada konsumen harus benar-benar sesuai standar dan murni tanpa campuran.
Lantaran itu, pengecekan kualitas BBM dilakukan setiap hari. Kondisi itu seperti yang dilakukan di SPBU Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.
SPBU ini menerapkan pengecekan kualitas BBM yang dijual kepada konsumen. Setiap hari petugas melakukan dua metode pengecekan mulai dari pengecekan density atau densitas semua jenis BBM yang dijual.
Density BBM merupakan ukuran massa per satuan volume BBM pada suhu tertentu yang menunjukkan tingkat kerapatan atau kepadatan BBM tersebut.
Uji density dilakukan untuk memastikan kualitas BBM sesuai standar Pertamina. Pengujian ini untuk memberikan keyakinan kepada konsumen bahwa takaran dan kualitas yang diterima telah sesuai.
“Normalnya setiap density pada BBM jenis pertamax dan pertalite setiap satu liter berada di angka 0,740 dengan suhu 30 derajat Celcius. Sementara untuk bio solar berada di angka 0,840 dan suhunya 30 derajat Celcius,” kata Pengawas SPBU Desa Pajurangan Azis Agam Rahmatullah.
Untuk memastikan kualitas BBM asli, petugas juga melakukan pengecekan menggunakan pasta pendeteksi air (water-finding paste) untuk memastikan ada tidaknya kandungan air dalam bahan bakar.
Pengecekan ini dilakukan pada dispenser bahan bakar yang digunakan untuk menyalurkan BBM pada konsumen. Serta tandon penyimpanan utama SPBU.
“Dengan pasta pendeteksi ini maka akan terlihat apakah BBM benar-benar murni. Atau telah tercampur air,” tuturnya.
Agam menuturkan, dua metode pengecekan ini dilakukan setiap hari pada pagi hari sebelum konsumen mengisi BBM.
Pengecekan serupa juga dilakukan saat mendapatkan kiriman BBM dari Pertamina.
Apakah barang yang dikirim telah sesuai dengan pesanan dan standar yang telah ditentukan ataukah berbeda.
Dengan demikian kualitas BBM yang dibeli oleh masyarakat benar-benar sesuai standar dan BBM murni tanpa campuran air.
“Barang sesuai standar dan berkualitas itu penting. Sehingga tidak merugikan konsumen. Karena itulah terlebih dahulu kami pastikan sebelum dibeli oleh konsumen,” jelasnya. (ar/mie)
Editor : Muhammad Fahmi