TEGALSIWALAN, Radar Bromo-Nahas dialami Tahta Maghfirin Alex, 21. Mahasiswa Universitas Panca Marga (UPM) itu meninggal usai alami kecelakaan maut di Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (21/8) sore.
Alex (panggilannya), meninggal setelah bertabrakan dengan tiga pengendara motor.
Korban yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknik itu sebenarnya sedang KKN di Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending. Selama KKN, dia menginap di lokasi.
Namun, saat itu korban izin keluar ke Probolinggo. Warga Desa Blado Kulon, Tegalsiwalan, itu sendirian mengendarai motor.
Kades Sumberbulu Supmawati mengatakan, korban bertabrakan dengan dua motor warga Sumberbulu. Yaitu, Bambang, 25 dan Heri, 30. Satu lagi yaitu seorang perempuan asal Leces yang tidak diketahui identitasnya. Ketiga orang ini mengendarai motor masing-masing.
“Awalnya warga saya ini melaju dari utara ke selatan. Sedangkan korban Alex dan satu pengendara perempuan di belakangnya melaju dari arah yang berlawanan,” terang Supmawati.
Belum jelas seperti apa kronologinya, kemudian kecelakaan terjadi antara empat sepeda motor itu. Empat motor itu, menurut Supmawati, bertabrakan adu depan.
“Dua pengendara dari utara dan dua pengendara lagi dari selatan. Kemungkinan yang tabrakan dua motor. Lalu, dua motor di belakangnya tidak bisa mengerem. Jadi ikut menabrak,” ujarnya.
Akibat kecelakaan itu, korban Alex luka parah. Dari hidung dan mulutnya keluar darah. Lalu, rahang dan tulang lehernya patah. Jenazahnya dievakuasi ke IGD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo sebelum dipulangkan ke rumah duka.
Sedangkan Heri dan Bambang dilarikan ke IGD RS Wonolangan untuk mendapat perawatan intensif. Keduanya mengalami luka-luka. “Saat ini warga saya masih dirawat intensif di rumah sakit,” ungkapnya.
Jawa Pos Radar Bromo juga mengonfirmasi kecelakaan ini pada Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Ipda Aditya Wikrama. Namun, sampai berita ini ditulis, data resmi tentang kecelakaan ini belum ada. (ran/hn)
Editor : Muhammad Fahmi