TEGALSIWALAN, Radar Bromo- Tidak peduli di warung, sejumlah orang terlibat perkelahian, Jumat (28/2) malam. Diduga, perkelahian itu terjadi antara debt collector dengan seorang pemilik mobil.
Akibatnya, sejumlah barang di warung itu pecah. Seperti gelas dan piring. Adi Sucipto, pemilik warung diduga mengalami kerugian jutaan rupiah.
Adi bercerita, awalnya sekitar 12 pembeli datang ke warungnya. Warung itu ada di jalan Raya Leces, masuk Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.
Seketika Dia pun senang, sebab warung tiba-tiba ramai. Seperti pembeli lain, mereka makan dan minum di warungnya. Ada yang memesan teh, kopi, mi rebus, rokok dan yang lain.
Sampai akhirnya, Adi dan istrinya tengah membuatkan dua pesanan terakhir. Yaitu, kopi dan teh. Lalu tiba-tiba, ia mendengar suara gaduh dari luar dapurnya.
“Tiba-tiba saja, di dalam warung itu sudah ramai. Sementara saya dan istri di dapur. Katanya tawuran atau berantem gitu. Padahal minumannya masih saya buatkan,” terang Adi.
Adi melihat, semua pembelinya saling pukul. Ia pun tak paham betul siapa sebenarnya orang-orang tersebut.
Namun, dia mendengar selentingan bahwa yang sedang berkelahi adalah debt collector dan seorang pemilik mobil.
Adi yang panik dan takut, lantas berlari keluar dari dapur bersama anak dan istrinya. Sementara kondisi warungnya sudah berantakan. Piring dan gelas yang disuguhkan semuanya pecah.
Adi menjelaskan, sebelumnya para pembelinya itu duduk di tepi jalan raya sebelah barat. Kemudian beberapa orang pindah ke warungnya untuk makan dan minum.
Adapun perkelahian itu sendiri terjadi di dua lokasi. Yaitu di warungnya dan di tepi jalan raya sebelah barat, masuk Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.
Beruntung, Adi kemudian mendapat ganti rugi sekitar Rp 1,750 juta. Biaya itu untuk mengganti kerusakan di warung, juga untuk membayar makan dan minum pembelinya.
“Saya tidak tahu siapa yang mengganti. Tapi bagian dari mereka juga.
Akibat perkelahian itu, banyak warga yang datang melihat. Bahkan, kondisi lalu lintas sempat sedikit macet karena banyak pengendara berhenti.
Kanitreskrim Polsek Leces, Aipda Andri Okta mengaku tak mengetahui kejadian tersebut. Tidak ada laporan tentang perkelahitan itu.
Pernyataan serupa disampaikan Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Putra Adi Fajar Winarsa. Menurutnya, pihaknya tidak mengetahuu kejadian itu.
“Kami tidak tahu kejadian itu. Kami tidak mengamankan siapa-siapa dari lokasi pada hari tersebut,” katanya. (mg/hn)
Editor : Muhammad Fahmi