Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Keseruan Merdeka Heppiii Probolinggo, Parade Busana hingga Gobak Sodor

Muhammad Fahmi • Senin, 5 September 2022 | 15:47 WIB
Photo
Photo
PROBOLINGGO-Sebanyak 13 karang taruna (karta) yang tergabung dalam Heppiii Community Probolinggo serentak menggelar kegiatan bertema Merdeka Heppiii. Dalam rangka merayakan HUT kemerdekaan Indonesia. Beragam keseruan kegiatan dilakukan karta. Dari parade pakaian bahan bekas, main catur, gobak sodor sampai ada pelatihan penanggulangan bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo.

Acara Merdeka Heppiii ini digelar sejak pertengahan Agustus. Di sejumlah daerah acara bahkan sampai awal bulan September 2022.

Ketua Heppiii Community Kelurahan Kedunggaleng Kecamatan Wonoasih, Probolinggo, Taufiq mengatakan di kelurahannya banyak keseruan acara digelar seperti misalnya ada lomba gobak sodor yang pesertanya adalah emak-emak. Selain menambah kerukunan dan keseruan, lomba ini juga bisa terus mempertahankan permainan tradisional.

"Kemudian di acara puncak kami mengundang BPBD Kota Probolinggo untuk memberikan pelatihan ke warga jika terjadi banjir. Karena daerah kami rawan banjir, kami berterima kasih karena BPBD mendatangkan 15 personelnya, termasuk Kalaksa (kepala pelaksana), pak camat juga hadir. Acara juga kami isi dengan penampilan musik angklung oleh warga kami," terang Taufiq, Minggu (4/9).

Dengan pelatihan ini, warga jadi tahu apa yang harus dilakukan ketika ada banjir bandang. Sehingga, pengetahuan ini bisa meminimalisir korban jiwa di desa yang dekat dengan aliran sungai ini.

Photo
Photo
Pelatihan antisipasi bencana banjir ikut menyemarakkan Merdeka Heppiii Probolinggo.

Sementara itu, keseruan yang sama juga berlangsung di Karta Heppii Community Kalibuntu Probolinggo. Berbagai macam lomba seperti catur, tarik tambang dan sejumlah keseruan lainnya disajikan.

"Kami mengundang warga untuk mengikuti keseruan ini, ada berbagai lomba yang hadiahnya peralatan rumah tangga, acara diakhiri musik sebagai hiburan rakyat," jelas Koordinator Karta Heppii Community Kalibuntu Probolinggo, Bogel Kusuma.

Koordinator acara Merdeka Heppiii Probolinggo Andi Susanto didampingi panitia acara Dwi Haryantoro mengatakan ada 13 karta yang menggelar berbagai kegiatan unik yang diikuti ratusan warga di setiap desa.

Karta yang ikut ini adalah Karta di desa Laweyan, Brumbungan Lor, Kalibuntu, Sukapura, Kedungsari, Pohsangit Leres, kemudian Pohsangit Kidul, Sepuh Gembok, Kedunggaleng, Sapikerep, Pilang, Kedung Dalem, dan Kademangan Probolinggo.

"Banyak keseruan yang diakukan karta Heppiii Community Prbolinggo selama bulan Agustus ini, di Kedunggaleng misalnya ada lomba permainan tradisional

gobak sodor, kemudian di Sepuh Gembol ada pelepasan merpati, Brumbungan Lor ada bazar UMKM dan live music," jelasnya.

OLAHRAGA TRADISIONAL: Gobak sodor yang memeriahkan Merdeka Heppiii Probolinggo.
OLAHRAGA TRADISIONAL: Gobak sodor yang memeriahkan Merdeka Heppiii Probolinggo.


"Kami dari Heppiii Community selalu mensupport kegiatan teman-teman karta yang selama ini banyak membangun kebersamaan dan menggali potensi desa. Banyak potensi, baik itu alam maupun potensi kesenian yang dimiliki Probolinggo. Semoga kegiatan Merdeka Heppiii ini memberikan manfaat untuk warga di masing-masing desa," ungkapnya.

Sementara itu khusus di Kelurahan Pilang, digelar pawai budaya. Menampilkan ragam kesenian dan kekayaan alam sekitar desa. Dalam pawai ini, banyak perwakilan yang menampilkan pakaian karnaval dengan memanfaatkan bahan yang ada.

Ketua Pokdarwis Heppiii Community Kelurahan Pilang, Mahmud Z mengatakan, terinspirasi dari program KITA Berbagi sebelumya yang menggnakan bahan ramah lingkungan, dalam pawai budaya di desanya ada sejumlah perwakilan yang menggunakan pakaian dari bahan bekas, seperti karung, kemudian bekas plastik.

"Jadi kami pakai dari bahan plastik-plastik yang sudah tidak terpakai, kemudian kami jahit, lalu dibentuk menjadi baju dan ditambahin asesoris sedikit. Daripada menyewa baju yang cukup mahal kami buat sendiri," ungkapnya. (*) Editor : Muhammad Fahmi
#heppii community #Heppiii Community