Kamis sore (12/5), Plt BB-TNBTS (Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) menghadap langsung Plt Bupati Probolinggo HA. Timbul Prihanjoko. Tujuannya membahas soal persiapan rencana pengelolaan destinasi wisata baru di Bromo Tengger Semeru (BTS) berupa jembatan kaca.
Novita selaku Plt Kepala BB-TNBTS mengatakan, teknis rencana awal pengelolaan destinasi jembatan kaca sangat penting dibahas lebih awal. Mengingat pembangunan spot wisata yang digadang-gadang mampu mendongkrak lebih tinggi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo. Diperkirakan juga jembatan tersebut rampung di tahun ini.
”Kkarenanya siapapun nanti yang yang bakal ditunjuk sebagai pengelola spot wisata itu sudah harus siap. Karena juga akan ada transfer knowledge dan teknologi pendukung yang diperlukan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” katanya dalam pertemuan itu.
Sementara itu, Plt. Bupati Timbul Prihanjoko mengatakan, idealnya untuk pengelolaan spot wisata jembatan kaca tersebut adalah lembaga khusus yang menangani bisnis pemerintah daerah. Sedikitnya masih ada waktu tiga tahun untuk mempersiapkan hal itu. Hal ini sesuai dengan kesepakatan sebelumnya bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Selama tiga tahun pertama jembatan kaca beroperasi untuk sementara masih ditangani oleh kementerian.
“Sambil menunggu waktu dan transfer keilmuannya, kami siapkan SDM yang akan menangani di jembatan itu. Karena jembatan ini juga didukung oleh teknologi khusus. Jadi, tiga tahun pertama, wisata jembatan kaca itu nantinya akan dikelola langsung oleh kementerian,” terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Oemar Sjarif saat dikonfirmasi mengatakan, untuk pembangunan jembatan kaca di Seruni Point Sukapura, terus dikerjakan. Pelaksanaan pembangunan tersebut langsung ditangani oleh kementerian.
”Pogres pembangunannya informasi yang kami terima, sudah mencapai sekitar 25 persen sampai 30 persen. Sekarang pembangunan masih fokus tahap fondasinya,” terangnya. (mas/fun) Editor : Jawanto Arifin