Pemerintah Desa Sedarum di Nguling Pasuruan Permudah Akses Menuju Lahan Pertanian

Kades Sedarum, Mohammad Halimi menyebut jembatan itu memang direncanakan untuk direhab sejak 2024. Sebab, badan jembatan itu amblas. Penyebabnya, tingginya volume kendaraan yang melintas di jembatan itu.
Jembatan desa itu menjadi akses utama bagi warga untuk bepergian sehari hari. Mulai bekerja, mengantar anak sekolah hingga jalan utama untuk pertanian. Banyak warga yang mengangkut hasil padi mereka menggunakan jembatan ini.
"Karena akses utama pertanian, maka banyak kendaraan besar kayak truk yang melintas. Sebagai angkutan pengangkut," jelasnya.
Halimi menyebut, selama jembatan mengalami amblas, fungsional dilakukan terbatas. Hanya bisa dilewati sepeda, motor, mobil atau pikap. Sebab jembatan memiliki lebar lebih dari delapan meter. Sementara truk tidak bisa karena jalur terbatas.
Perbaikan dilakukan selama tiga bulan. Selama perbaikan, aktivitas masyarakat tetap berjalan normal. Perekonomian tidak terganggu. Aktivitas pengangkutan hasil pertanian masih bisa berjalan. Menggunakan kendaraan lebih kecil.
"Setelah perbaikan, masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab sudah bisa dilintasi secara normal," sebut Halimi.

Tingkatkan Ketahanan Pangan melalui KRPL
Tidak hanya sarana prasarana desa yang diperhatikan oleh Pemdes Sedarum. Tahun lalu, desa juga membuat program pemberdayaan melalui kawasan rumah pangan lestari (KRPL). KRPL ini dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan di balai desa.
Kades Sedarum, Mohammad Halimi menuturkan, KRPL ini menggunakan lahan di dekat pendapa lama. Desa menanam kubis hingga sawi. Tujuannya sebagai sumber pangan berkelanjutan, bergizi dan ramah lingkungan.


