Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hasan Aminuddin Soroti Pemotongan Anggaran KKP

Jawanto Arifin • Selasa, 21 April 2020 | 18:00 WIB
Photo
Photo
KRAKSAAN, Radar Bromo - Pemotongan anggaran di sektor kelautan dan perikanan mendapat sorotan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin. Mantan Bupati Probolinggo ini menyebutkan sektor tersebut merupakan lumbung pangan nasional.

Hasan mengatakan, seharusnya pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan di tengah-tengah wabah pandemi Covid-19 memprioritaskan ketahanan pangan nasional. Bukan malah sebaliknya, terkesan tidak berpihak atau tidak sejalan dengan apa yang diinginkan rakyat.

“Seperti di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang notabene pemasok pangan nasional dalam bentuk ikan. Istilah pemerintah penghematan anggaran Rp 1,848 triliun dari pagu alokasi anggaran semula sebesar Rp 6,448 triliun menjadi Rp 4,6 triliun,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah perlu mengevaluasi pemotongan anggaran yang tertuang dalam Surat Menteri Keuangan Nomor S-302/MK.02/2020 dengan melakukan terobosan. Salah satunya, menambah anggaran bukan malah mengurangi anggaran di Kementerian Kelautan dan Perikanan demi melindungi dan memberdayakan pelaku utama sektor kelautan perikanan.

Seperti, nelayan, pembudidaya ikan, petambak garam, serta pengolah dan pemasar sebagaimana amanat dalam UU Nomor 7/2016. Karenanya, lanjutnya, mereka merupakan garda terdepan yang rentan terkena krisis dalam memproduksi kebutuhan pangan rakyat.

“Tercatat pada periode pemerintahan yang lalu, anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan dari tahun ke tahun trennya mengalami penurunan. Pernah tertinggi di tahun 2015 hanya mencapai Rp 10,668 triliun atau di bawah 1 persen dari APBN,” jelasnya.

Terlebih, prediksi FAO dalam beberapa bulan ke depan, di era wabah korona lonjakan kebutuhan pangan dunia cukup signifikan. Sehingga, setiap negara wajib menjaga menyetok produksi pangan sebagai sumber daya yang penting dan krusial. Tujuannya, diamankan agar stabilitas nasional tetap kondusif.

“Pemerintah harus hadir dan peduli dalam aksi cepat dengan jaminan membeli produk perikanan. Khususnya, di tingkat nelayan kecil, pembudidaya ikan kecil, pengolah dan pemasar, agar perekonomian rakyat tradisional kelautan perikanan dapat bertahan hidup,” ujarnya.

Dalam menyikapi wabah Covid-19, kata Hasan, selain menjaga jarak dan menjaga kesehatan badan, perlu meningkatkan sistem imun tubuh agar kebal terhadap berbagai macam bakteri dan virus. Produk ikan merupakan solusi saat ini. Karena mempunyai kandungan protein tinggi, lemak omega 3, asam lemak tak jenuh, vitamin A, D, B6, dan B12, serta mineral.

Karenanya, masyarakat sangat perlu mengonsumsi ikan, mengingat kandungan manfaatnya yang sangat banyak. “Jangan sampai rakyat yang sudah susah malah kembali diterpa risiko terpapar Covid-19. Untuk itu, saya pribadi mendorong dan mendukung penuh program yang digalakkan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujarnya. (sid/rud) Editor : Jawanto Arifin
#hasan aminuddin #dpr ri #kkp probolinggo #kementerian kelautan dan perikanan