LEKOK, Radar Bromo - Menteri Sosial Saifullah Yusuf siap mendorong lima juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Jawa Timur menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Tujuannya agar mereka terlibat aktivitas ekonomi produktif.
Hal tersebut disampaikan Gus Ipul-sapaannya-saat menghadiri kegiatan kolaborasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan PKH di KDMP Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (10/3) siang.
“Ada 229 ribu KPM di Pasuruan dan total 5 juta KPM di Jawa Timur akan didorong menjadi anggota Kopdes Merah Putih,” ujarnya.
Menurutnya, dengan menjadi anggota koperasi, KPM tidak hanya berperan sebagai pembeli, tetapi juga sebagai pemilik yang dapat memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan koperasi.
Gus Ipul menjelaskan, kolaborasi antara program perlindungan sosial dan koperasi desa merupakan bagian dari upaya pemberdayaan.
“Pemerintah ingin para penerima manfaat tidak hanya berharap menerima bantuan setiap tiga bulan sekali, tetapi mengharapkan keluarganya makin berdaya,” katanya.
Ia menekankan pentingnya data yang akurat dalam penanganan kemiskinan sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kondisi di lingkungannya, melalui jalur formal atau partisipasi menggunakan beragam saluran yang telah disediakan Kemensos.
Seluruh upaya penanganan kemiskinan, kata Gus Ipul, harus dilakukan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan sesuai amanat konstitusi.
Sementara di sisi lain, penerima bantuan sosial diharapkan memiliki semangat untuk terus meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
“Setelah dapat bansos, harus punya semangat menjadi keluarga yang lebih mandiri. Seperti slogan kita, bansos sementara, berdaya selamanya,” paparnya.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa kolaborasi koperasi desa dan PKH dapat menjadi wadah penguatan ekonomi di tingkat desa.
“Kolaborasi Kopdes dengan PKH akan menjadi wadah bagi banyak hal-hal baik di skala desa,” ujar Emil.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa saat ini telah tersedia sekitar 2.200 bangunan gudang dan gerai yang dikelola oleh KDMP.
Pemerintah juga tengah membangun sekitar 32 ribu unit bangunan serupa di berbagai daerah.
“Bangunan ini bukan sekadar fisik, tetapi akan dikelola oleh KDMP untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa,” bebernya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin