PASURUAN, Radar Bromo - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadan 1447 Hijriah. Namun diberikan dalam bentuk makanan kering untuk berbuka puasa.
Pelaksanaan MBG selama Ramadan sudah berjalan sejak Senin (23/2). Meski menunya hampir mirip, namun jenis makanan yang diberikan sedikit berbeda dibandingkan hari pertama.
Selama Senin-Selasa (23-24/2), menu yang diberikan berupa roti, buah, kurma, dan telur rebus.
Seperti diperoleh pelajar SMPN 8 Pasuruan. Senin (23/2), menu berupa roti, jeruk, kurma, dan telur rebus. Selasa (24/2), ada roti, pisang, kurma, dan telur rebus.
Kepala SMPN 8 Pasuruan Arif Syaifurrahman mengatakan, menu MBG selama puasa diganti menu kering.
Agar bisa digunakan untuk berbuka puasa, maka nasi yang biasa diberikan pada hari-hari sebelum puasa diganti roti. Meski hampir sama, namun roti yang disajikan berbeda.
“Senin itu roti biasa. Hari ini (Selasa), rotinya ada mesesnya. Buahnya juga beda, hari ini (Selasa) pisang, Senin itu jeruk,” katanya.
Arif mengaku tidak ada siswa atau wali murid yang protes dengan menu yang diberikan.
Meski jumlahnya tidak banyak, ia meyakini menu yang diberikan sudah memenuhi syarat gizi yang diberikan.
“Dua hari ini memang hampir sama, cuma jenis buah dan roti yang diberikan sedikit berbeda," jelasnya.
Asisten Lapangan (Aslap) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panggungrejo Kota Pasuruan Sabilal Rasyad Tuanaya mengatakan, dapur SPPG mengikuti aturan BGN.
Aturannya, menu kering. Dalam bentuk roti, buah, telur rebus, dan susu. Tidak dalam bentuk basah seperti nasi ataupun sayur.
Menu hari-hari bisa diganti, tapi harus sesuai kalori yang sudah distandarkan BGN. Untuk porsi kecil diberikan bagi TK dan SD kelas I sampai kelas III. Porsi besar mulai SD kelas IV sampai SMA.
Misalnya, jika menu kering untuk porsi kecil hanya ada empat jenis menu roti, telur, dan buah.
“Sementara, porsi besar empat item roti, telur, buah, kacang. Susu diberikan dua kali sepekan,” ujar Sabilal. (riz/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni