Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pengangguran Terbuka di Kota Pasuruan Lebih Banyak Laki-laki, Ini Penyebabnya

Fahrizal Firmani • Kamis, 12 Februari 2026 | 06:05 WIB
Ilustrasi pengangguran
Ilustrasi pengangguran

PASURUAN, Radar Bromo - Jumlah laki-laki yang menganggur di Kota Pasuruan, lebih banyak dibandingkan perempuan.

Tingkat pengangguran terbuka laki-laki mencapai 4,95 persen. Sementara TPT perempuan sebesar 4,14 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan Imam Sudarmaji mengatakan, pola pengangguran masih menunjukkan tingkat pengangguran terbuka laki-laki lebih tinggi.

Tingkat pengangguran terbuka perempuan pada 2025, 4,14 persen. Artinya, dari 100 orang, ada empat sampai lima orang yang menganggur.

Sedangkan, tingkat pengangguran terbuka laki-laki pada 2025, sebesar 4,95 persen.

Artinya, dari 100 orang, ada empat sampai lima laki-laki yang menganggur. Kondisi ini sama seperti pada 2024.

Pengangguran laki-laki lebih tinggi daripada perempuan. Kala itu, tingkat pengangguran terbuka laki-laki 4,90 persen. Naik 0,5 persen dari tahun lalu.

Sementara, tingkat pengangguran terbuka perempuan pada 2024 sebesar 4,28 persen. Atau, mengalami penurunan 0,14 persen.

Artinya, jumlah pengangguran di kalangan perempuan terus menurun.

"TPT (tingkat pengangguran terbuka) laki-laki dalam dua tahun ini cenderung lebih tinggi daripada perempuan. Menunjukkan kesempatan kerja perempuan semakin terbuka," kata Imam.

Beberapa waktu lalu, Anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan Imam Joko menyebutkan, pola pengangguran ini menunjukkan jika kesetaraan gender semakin baik.

Perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pekerjaan.

Jika dilihat dari usaha di Kota Pasuruan, seperti jasa kuliner, jasa wisata, hingga jasa ritel, lebih banyak karyawan perempuan.

Bisa jadi perusahaan lebih suka karena perempuan lebih telaten, lebih rajin, dan cepat.

“Sebaliknya, kondisi ini bisa jadi karena laki-laki lebih memilih. Tidak mau bayaran kecil, karenanya lebih banyak menganggur," ujarnya. (riz/rud)

Baca Juga: Kecepatan Angin di Perairan Pasuruan Bisa Capai 28 Knot, Nelayan Diminta Waspada

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#pasuruan #terbuka #pengangguran #laki-laki #perempuan