Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

IPM Kabupaten Pasuruan Alami Kenaikan, Mas Rusdi: Yang Penting Bukan Soal Angka

Muhamad Busthomi • Sabtu, 20 Desember 2025 | 16:50 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

BANGIL, Radar Bromo - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pasuruan kembali menunjukkan tren positif.

Pada 2025, IPM Pasuruan tercatat mencapai 73,02. Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo menilai keberhasilan program pemerintah bukan hanya soal angka, tetapi juga kebermanfaatan bagi masyarakat.

Dibandingkan tahun lalu, IPM Kabupaten Pasuruan naik 0,66 poin atau 0,91 persen.

Capaian tersebut sekaligus menegaskan konsistensi peningkatan kualitas pembangunan manusia di Kabupaten Pasuruan.

Data BPS mencatat dalam rentang 2022–2025, IPM Pasuruan rata-rata tumbuh sebesar 0,80 persen per tahun.

Bahkan, pertumbuhan IPM pada 2025 tercatat mengalami percepatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan IPM tahun ini terjadi pada seluruh dimensi pembentuknya. Mulai dari umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, hingga standar hidup layak.

Dua dimensi terakhir bahkan menjadi penopang utama laju kenaikan IPM Pasuruan.

Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, angka harapan hidup saat lahir terus membaik.

Bayi yang lahir pada 2025 diperkirakan memiliki harapan hidup hingga 74,81 tahun.

Angka itu meningkat 0,20 tahun dibandingkan bayi yang lahir pada tahun sebelumnya. Data tersebut merujuk pada hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 (SP2020-LF).

Sementara pada dimensi pengetahuan, capaian pendidikan masyarakat Pasuruan juga menunjukkan perbaikan, meski bertahap. Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun meningkat dari 12,78 tahun menjadi 12,91 tahun.

Artinya, anak-anak Pasuruan memiliki peluang lebih besar untuk menempuh pendidikan hingga jenjang menengah atas.

Sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas naik tipis dari 7,46 tahun menjadi 7,47 tahun. Data ini bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret.

Perbaikan paling signifikan tercatat pada dimensi standar hidup layak. Rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan meningkat sekitar Rp 500 ribu atau tumbuh 4,30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan ini mencerminkan membaiknya daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

Mas Rusdi-sapaan Bupati Pasuruan bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, kenaikan IPM merupakan indikator bahwa berbagai program pembangunan mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Alhamdulillah IPM Kabupaten Pasuruan terus naik. Ini menunjukkan arah kebijakan pembangunan kita berada di jalur yang benar,” ujar Mas Rusdi.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kenaikan IPM tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri.

Dirinya juga tidak ingin kenaikan IPM hanya sebatas angka. Fokus ke depan, adalah memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Dengan keterbatasan anggaran tahun depan, yang harus dihitung betul efektivitasnya, setiap program harus punya manfaat yang jelas dan terukur,” tegasnya.

Di sektor pendidikan misalnya, Pemkab Pasuruan akan terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Salah satu upayanya dengan memperbanyak pelatihan vokasional yang langsung menyasar kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Mas Rusdi tak menampik masih adanya kendala struktural yang memengaruhi IPM, khususnya di dimensi pendidikan.

Salah satunya masih banyak warga yang belum memiliki ijazah pendidikan formal.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Pasuruan menggalakkan pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Kami dorong kerja sama PKBM dengan pesantren-pesantren. Tujuannya agar penyetaraan pendidikan semakin luas dan aksesnya lebih mudah bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa dukungan program dari pemerintah pusat turut memperkuat upaya peningkatan IPM di daerah.

Mulai dari bantuan pendidikan, penguatan SDM, hingga pembangunan infrastruktur pendidikan yang terus berjalan.

“Banyak program pusat yang mendukung pendidikan dan kualitas hidup masyarakat. Tugas kami di daerah adalah memastikan program itu tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” beber Mas Rusdi.

Selain itu, ia juga menggagas pendirian Pasuruan Creative Center (PCC) sebagai wadah pengembangan kreativitas anak muda.

“PCC kami siapkan agar potensi anak-anak muda Pasuruan bisa tersalurkan dengan baik, terarah, dan punya nilai ekonomi,” katanya. (tom/one)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#kemiskinan #ipm #Mas Rusdi #bps #INDEKS #hidup #pendidikan