Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Biar Maksimal dalam Pelayanan, RSUD Grati Tambah Kamar Rawat Inap

Fahrizal Firmani • Rabu, 10 September 2025 | 18:35 WIB
MANFAATKAN: Ruang rawat inap baru yang direalisasikan dengan memanfaatkan gedung Graha Sayid Sulaiman. Penambahan ruang inap di RSUD Grati ini, untuk memaksimalkan pelayanan.
MANFAATKAN: Ruang rawat inap baru yang direalisasikan dengan memanfaatkan gedung Graha Sayid Sulaiman. Penambahan ruang inap di RSUD Grati ini, untuk memaksimalkan pelayanan.

GRATI, Radar Bromo - Tingginya Bed Occupancy Rate (BOR) RSUD Grati direspons dengan cepat.

Rumah sakit pelat merah ini menambah ruang rawat inap sebanyak 24 tempat tidur. Penambahan kamar rawat inap ini, sudah rampung Agustus lalu.

Kamar rawat inap baru ini tidak menggunakan bangunan baru. Melainkan memanfaatkan ruangan yang sudah ada.

Kamar rawat inap ini terletak di lantai dua Graha Sayid Sulaiman. Sebelumnya, ruangan ini digunakan untuk direksi rumah sakit.

Ruangan direktur, humas dan jajaran yang sebelumnya menempati ruangan ini dipindah ke lantai tiga di atasnya.

Alasannya, selama ini, BOR RSUD Grati tinggi. Rata-rata tiap pekannya, di atas 80 persen. Rencananya, kamar rawat inap ini bisa dimanfaatkan mulai bulan ini.

Direktur RSUD Grati Kabupaten Pasuruan, drg Dyah Retno Lestari menuturkan sebelumnya kamar rawat inap sebanyak 137 tempat tidur.

Dengan penambahan ini, maka jumlah ruang rawat inap menjadi sebanyak 161 tempat tidur. Penambahannya telah rampung Agustus lalu.

"Sebelumnya rumah sakit ini hanya punya 137 tempat tidur. Dengan menambah 24 buah tempat tidur, maka ada 161. Secepatnya difungsikan," katanya.

Retno-sapaannya-menuturkan tingginya tingkat hunian rumah sakit tersebut, dikhawatirkan membuat pasien lama di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dan bisa menimbulkan stagnansi yang tinggi di ruang IGD.

Jika demikian, maka pasien yang dirawat di IGD bisa berdesak-desakan. Karena tidak kunjung bisa masuk ke ruang rawat inap.

Akibatnya, membahayakan pasien. Mereka bisa mengalami infeksi akibat penularan penyakit karena berdesakan.

"Penambahan ruang rawat inap, karena memang dibutuhkan. Begitu diresmikan, bisa segera difungsikan," jelas Retno. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#rawat inap #RSUD Grati