GRATI, Radar Bromo - Tingginya Bed Occupancy Rate (BOR) RSUD Grati direspons dengan cepat.
Rumah sakit pelat merah ini menambah ruang rawat inap sebanyak 24 tempat tidur. Penambahan kamar rawat inap ini, sudah rampung Agustus lalu.
Kamar rawat inap baru ini tidak menggunakan bangunan baru. Melainkan memanfaatkan ruangan yang sudah ada.
Kamar rawat inap ini terletak di lantai dua Graha Sayid Sulaiman. Sebelumnya, ruangan ini digunakan untuk direksi rumah sakit.
Ruangan direktur, humas dan jajaran yang sebelumnya menempati ruangan ini dipindah ke lantai tiga di atasnya.
Alasannya, selama ini, BOR RSUD Grati tinggi. Rata-rata tiap pekannya, di atas 80 persen. Rencananya, kamar rawat inap ini bisa dimanfaatkan mulai bulan ini.
Direktur RSUD Grati Kabupaten Pasuruan, drg Dyah Retno Lestari menuturkan sebelumnya kamar rawat inap sebanyak 137 tempat tidur.
Dengan penambahan ini, maka jumlah ruang rawat inap menjadi sebanyak 161 tempat tidur. Penambahannya telah rampung Agustus lalu.
"Sebelumnya rumah sakit ini hanya punya 137 tempat tidur. Dengan menambah 24 buah tempat tidur, maka ada 161. Secepatnya difungsikan," katanya.
Retno-sapaannya-menuturkan tingginya tingkat hunian rumah sakit tersebut, dikhawatirkan membuat pasien lama di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dan bisa menimbulkan stagnansi yang tinggi di ruang IGD.
Jika demikian, maka pasien yang dirawat di IGD bisa berdesak-desakan. Karena tidak kunjung bisa masuk ke ruang rawat inap.
Akibatnya, membahayakan pasien. Mereka bisa mengalami infeksi akibat penularan penyakit karena berdesakan.
"Penambahan ruang rawat inap, karena memang dibutuhkan. Begitu diresmikan, bisa segera difungsikan," jelas Retno. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin