PASURUAN, Radar Bromo - Produksi perikanan budi daya di Kota Pasuruan sepanjang tahun ini, cukup tinggi.
Hingga akhir Oktober, realisasinya mencapai 2.449,422 ton. Kurang 106,578 ton dari target.
Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Muallif Arif mengungkapkan, pihakya menargetkan produksi perikanan budidaya sebanyak 2.556 ton.
Dari target tersebut, sejauh ini sudah tercapai 2.449,422 ton. Meski kurang 106 ton, namun masih ada waktu dua bulan. Karena itu, pihaknya optimis. Target tersebut bisa tergapai.
Produksi perikanan budi daya ini, paling tinggi diperoleh dari bandeng sebanyak 1.972,819 ton.
Lalu diikuti oleh lele sebesar 362,142 ton. Kemudian disusul rumput laut dan udang vaname berturut-turut sebesar 51,916 ton dan 41,555 ton.
"Sama seperti tahun lalu, produksi bandeng dan lele masih menjadi primadona dalam perikanan budidaya," kata Ayik-sapaannya.
Ia menyebut, tingginya produksi perikanan budidaya ini, tidak terlepas pemanfaatan biofolk dalam budidaya.
Alat ini mampu membuat pertumbuhan ikan budidaya jadi lebih cepat. Tahun ini, pihaknya mendapatkan bantuan biofolk dari pemprov.
"Biofolk ini diberikan pada tiga kelompok tahun ini. Bantuan ini bisa membuat nelayan budidaya menjadi lebih berkembang," tutur Ayik. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin