Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ini Penyebab Robohnya Pagar Tembok Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kota Pasuruan

Fahrizal Firmani • Rabu, 7 Februari 2024 | 00:05 WIB
SEMENTARA: Pekerja membuat pagar bambu sementara untuk mengganti pagar tembok belakang gudang farmasi yang roboh.
SEMENTARA: Pekerja membuat pagar bambu sementara untuk mengganti pagar tembok belakang gudang farmasi yang roboh.

PASURUAN, Radar Bromo - Penyebab robohnya pagar tembok belakang di Gudang Farmasi Kota Pasuruan terus didalami.

Saat ini, pagar tembok yang roboh itu ditutup menggunakan bambu. Senin (5/2), sejumlah pekerja memasang pagar bambu itu di bekas pagar tembok yang roboh.

Asisten I Bagian Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Pasuruan Yanuar Afriansyah menyebut, BPBD Kota Pasuruan bersama Dinas PUPR sudah turun untuk menganalisis.

Dari analisis awal, pagar tembok roboh bukan karena struktur bangunan atau konstruksi. Analisis awal menyebut, beberapa hari terakhir, sebelum robohnya pagar tembok itu, memang hujan deras rutin terjadi.

Lalu Rabu (31/1) atau sehari sebelum pagar tembok itu roboh, turun hujan deras disertai angin kencang. Durasinya cukup lama. Hal inilah yang diduga memicu pagar tembok itu roboh.

"Kalau dari analisis awal, ya karena faktor alam. Memang beberapa hari sebelum kejadian tersebut, hujan dan angin kencang sering terjadi," katanya.

Kalaksa BPBD Kota Pasuruan Ari Wikyono membenarkan bahwa robohnya pagar tembok itu karena faktor alam.

Sebab, saat BPBD dan PUPR turun ke lokasi, ditemukan tanah di bawah fondasi pagar sudah habis terkikis. Kemungkinan, disebabkan kikisan hujan yang rutin terjadi.

"Di sisi barat pagar dinding itu ada lahan pertanian. Karena hujan deras, lahan tergenang cukup tinggi dan menggerus tanah di bawah fondasi," jelas Ari.

Mantan Lurah Pohjentrek ini menyebut, pagar yang roboh untuk sementara diganti pagar bambu.

Sembari menunggu tahap asesmen dari Dinas PUPR dan Perkim rampung. Penanganannya bisa menggunakan dana darurat kebencanaan.

"Kami tutup dengan pagar bambu agar aman. Tidak dimasuki orang yang tidak berkepentingan sampai asesmen rampung," tutur Ari.

Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan Sutirta berharap kejadian ini tidak terulang kembali.

Menurutnya, pemkot perlu mengecek pagar tembok di sisi lainnya. Sebagai antisipasi agar tidak mengalami kejadian serupa.

"Pekerjaan konstruksi itu kan ada standar tekniknya. Dan, tentunya ini harus terpenuhi. Kalau terpenuhi, pasti tidak akan ada masalah," tutur politisi Golkar ini.

Diketahui, pagar tembok belakang Gedung Farmasi Kota Pasuruan yang terletak di sisi barat, roboh pada Kamis (1/2). Tidak hanya dinding utama, fondasi juga ikut hancur.

DPRD Kota Pasurun sempat menduga kondisi ini karena faktor konstruksi. Yaitu, karena rekomendasi saat sidak pada 2017 lalu tidak dijalankan. (riz/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#Pagar Roboh #dinkes kota pasuruan #Gudang Farmasi