
TREN berolahraga di malam hari kian digandrungi masyarakat di Probolinggo. Biasanya mereka yang melakukannya karena sibuk di pagi hingga sore hari. Meski menjadi solusi bagi mereka yang sibuk, para pakar kesehatan mengingatkan adanya dua sisi dan tentu ada dampak aktivitas fisik saat matahari telah terbenam ini.
Aktivitas di pusat kebugaran (gym) maupun komunitas lari jalan raya kini tak lagi terbatas pada pagi hari. Seperti di Kota Probolinggo, pemandangan masyarakat yang memeras keringat pada malam hari banyak terlihat di kawasan Alun-alun. Termasuk aktivitas olahraga lainnya di malam hari menjadi hal lumrah.
Pertanyaannya, seberapa efektif dan amankah olahraga malam bagi kesehatan jangka panjang? Dokter Asih Aprilya Sp.KFR.,M.Ked.Klin, Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi pada Instansi Rehabilitasi Medik RSUD Mohammad Saleh Kota Probolinggo mengatakan, tubuh manusia memiliki keunggulan tersendiri di penghujung hari.
Suhu tubuh manusia mencapai puncaknya pada sore menjelang malam. Dalam kondisi ini, fungsi otot dan fleksibilitas berada pada titik optimal. Sehingga risiko cedera otot akibat kekakuan pagi hari dapat diminimalisir.
Selain itu, olahraga malam terbukti menjadi sarana stress release yang efektif. Setelah seharian terpapar tekanan pekerjaan, aktivitas fisik membantu menurunkan hormon kortisol (hormon stres) dan menggantinya dengan endorfin, yang memberikan rasa rileks sebelum menutup hari.
”Sebenarnya olahraga dilakukan kapan saja, baik untuk kesehatan. Tapi harus tahu syarat dan ketentuannya,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.
Asih menerangkan, manfaat olahraga apapun pada malam hari, termasuk lari itu banyak. Bagi mereka sudah disibukkan dengan pekerjaan pagi, siang dan sore dan baru ada waktu olahraga malam hari, ini tak jadi soal. Tentunya, itu lebih baik dibanding tidak olahraga.
Tetapi, jika pagi dan siang sudah lelah dan kondisi tidak maksimal, lebih baiknya tidak dibawa olahraga. Jika harus olahraga, harus memilih yang ringan. ”Yang pasti, olahraga malam itu tidak dapat panasnya sinar matahari atau vitamin D,” ungkapnya.
Bisa Memicu Insomnia
