Dalam video itu, sekitar delapan lelaki menggotong keranda sambil berlari. Ada juga seorang lelaki yang membawa payung, memayungi bagian depan keranda. Pembawa payung pun ikut berlari. Mereka bahkan meninggalkan para pengiring jenazah di belakangnya.
Diketahui, jenazah itu adalah almarhum Sachroni, kades Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Video itu pun langsung viral. Ratusan netizen mengomentari posting-an video itu. Bahkan, video itu langsung mendapat 1.600 like lebih.
"Itu saat pemakaman Kades Sachroni. Video itu saat pemakaman beliau. Saya hadir saat itu," kata seorang Kasun di Desa Kluwut, Edy Saputra.
Edy mengatakan, Kades Sachroni meninggal Sabtu (11/12) pukul 01.15 di sebuah rumah sakit swasta di Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Sebelumnya, Jumat (10/12) malam, ia diantar keluarga ke rumah sakit karena sakit lambungnya kambuh.
Namun, Sachroni lantas meninggal. Dia pun dimakamkan pagi harinya atau Sabtu.
Menurut Edy, begitu selesai disalati, banyak warga berebut menggotong keranda mayat almarhum. Dari masjid, jenazah diantar ke makam yang berjarak 50 meter. “Yang ikut jenazah banyak memang. Beliau orang baik,” katanya.
Video viral itu juga mengundang komentar dari Wakil Bupati Pasuruan Abdul Mujib Imron. Pria yang karib disapa Gus Mujib itu mengatakan, Kades Kluwut Sachroni merupakan pribadi yang baik. Dia dikenal suka menolong warganya.
"Kades ini orang baik. Saya sendiri yang waktu itu mengimami salat dan memberikan sambutan. Tapi, saya langsung pulang (nggak tahu ada yang seperti di video itu)," katanya.
Setelah mengetahui video viral itu, Wabup langsung mengecek ke sejumlah tokoh desa. Hasilnya, para tokoh desa dan warga sepakat bahwa sebaiknya pemakaman jenazah disegerakan.
"Saya tabayun ke kiai di sana, tokoh masyarakat, dan pimpinan formalnya. Tenyata mereka memahami bahwa orang yang meninggal itu jangan lama-lama dikuburkan. Apalagi ada tanda-tanda orang itu perjuangan banyak, orang baik. Pak Kades itu dianggap sering menolong orang. Jadi kalau lambat-lambat itu kasihan mayatnya," terang Gus Mujib.
Menurut Gus Mujib, menyegerakan pemakaman memang sesuai ajaran Islam. Namun, katanya, jangan sampai hal itu membahayakan jenazah.
Karena itu, dia menyampaikan agar masyarakat di sana diedukasi. Termasuk anjuran pemakaman jangan lama-lama. Kalau bisa singkat, maka lebih baik dipersingkat.
“Tapi, bukan lantas lari seperti itu. Itu kan membahayakan. Kalau nanti jatuh bagaimana? Malah haram itu, dosa (kalau sampai jatuh). Hal-hal yang membahayakan terhadap mayat harus dihindari," jelasnya.
"Pemahaman warga, orang baik itu terburu-baru masuk alam barzah, kira-kira begitu. Memang benar itu. Selama bisa dipercepat, ya dipercepat dengan syarat jangan menggangu kesempurnaan memandikan, mengafani, dan menyalati," tambahnya. (sid/hn) Editor : Jawanto Arifin