Peristiwa ini diketahui terjadi sekitar pukul 07.15. Pagi itu, anggota TNI AL, I Ketut Astia, 56, warga Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo mengemudikan mobil Wuling bernopol W 1183 QC dari barat ke timur.
Ia hendak menuju ke Kolatmar TNI AL di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Setibanya di Jalan Raya Sumberanyar, diduga ia mengantuk. Sehingga kehilangan konsentrasi saat menyetir.
Kendaraan Wuling yang dikemudikannya lantas mengarah ke kanan dan melewati markah jalan. Saat itulah dari arah sebaliknya, datang kendaraan Suzuki Ertiga Nopol N 1217 W yang dikemudikan oleh Ahmad Ribut, warga Desa/Kecamatan Kraton yang berjalan dari arah timur ke barat.
Tabrakan keduanya pun tidak terhindarkan. "Ribut ini dari rumah saudaranya di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Usai menabrak kendaraan milik Ribut, kendaraan Wuling masih terus melaju ke arah timur di lajur selatan. Saat itu ada kendaraan motor Honda Vario Nopol N 5624 XF yang ikemudikan oleh korban yang berjalan dari arah timur ke barat," ungkap Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Kota, Ipda Indah Ramadhani.
Mereka pun bertabrakan. Pengemudi motor mengalami luka pendarahan pada kepala dan langsung dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Grati. Namun akhirnya, ia meninggal dunia sekitar pukul 07.45 usai dirawat selama 30 menit.
Selain itu, motor Vario miliknya juga mengalami ringsek pada body depan hancur dan jok terlepas dari tempatnya. Semenatara mobil Wuling mengalami kerusakan pada body depan penyok dan kendaraan Ertiga Nopol N 1217 W mengalami kerusakan pada body samping kanan penyok, as roda belakang kanan patah.
Namun kedua sopir mobil tidak mengalami luka apapun. Barang bukti motor langsung diamankan ke Satlantas Polres Pasuruan Kota di Jalan Balaikota, Kota Pasuruan.
"Akibat kecelakaan beruntun ini, pengendara motor meninggal dunia usai sempat dirawat di RSUD Grati. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan dari yang terlibat laka, pengendara Wuling ini mengantuk. Sehingga, melaju di tempat yang tidak seharusnya," sebut Indah. (riz/mie)
Editor : Muhammad Fahmi