Bahkan, mereka beroperasi tak kenal waktu. Siang hari pun mereka tetap mangkal. Hal itu terbukti dari giat operasi yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Pasuruan kemarin (6/11).
Dalam operasi pekat tersebut, petugas mengamankan 10 PSK. Mereka keseluruhannya bukan berasal dari Kabupaten Pasuruan. “Ada yang dari Jombang, Lumajang, Probolinggo, Malang, hingga Kediri ataupun Situbondo,” kata Kabid Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kabupaten Pasuruan Edy Prayitno.
Edy –sapaannya- menyampaikan, operasi pekat itu dilakukan sebagai upaya menanggulangi pelacuran di wilayah Kabupaten Pasuruan. Hal ini seperti yang diatur dalam Perda Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Pelacuran.
Karena pelacuran menjadi salah satu risiko penyebar penyakit menular. Seperti HIV dan penyakit berbahaya lainnya. “Ini sebagai upaya dalam meminimalisasi penyebaran HIV/ADIS di wilayah Kabupaten Pasuruan yang disebarkan dari pelacuran,” ulasnya.
Giat operasi pekat itu berlangsung mulai pukul 11.00. Tak kurang dari 15 petugas dikerahkan. Mereka menyisir sejumlah wilayah yang diindikasi menjadi tempat mangkal PSK.
Selain kawasan Pasar Baru, petugas juga melakukan penyisiran di wilayah Sedarum hingga Karanganyar. Operasi itu berjalan tak mudah karena sempat diwarnai aksi kejar-kejaran. Sejumlah PSK yang tak mau diciduk, memilih kabur.
Namun, karena kalah cepat, mereka pun ditangkap. “Kebanyakan dari mereka sedang menunggu pelanggan. Tapi, ada pula dari mereka yang sempat kejar-kejaran dengan petugas,” tambahnya.
Sebanyak 10 PSK berhasil diamankan. Mereka kemudian digiring ke Dinsos Kabupaten Pasuruan untuk menjalani pemeriksaan dan pembinaan.
Diserbu PSK dari Luar Daerah
============================
Kawasan Karanganyar:
-Li, 40, asal Kabupaten Malang
-TS, 39, asal Kabupaten Kediri
Kawasan Sedarum:
-Fr, 40, asal Kabupaten Lumajang
-Ls, 36, asal Kabupaten Nganjuk
Kawasan Pasar Baru:
-Sp, 50, asal Kabupaten Lumajang
-Ni, 20, asal Kabupaten Jombang
-Mnt, 44, asal Kabupaten Situbondo
-SS, 24, asal Kabupaten Lumajang
-Sh, 38, asal Kabupaten Probolinggo
-As, 47, asal Kabupaten Lumajang. (one/mie)
Editor : Muhammad Fahmi