
PASURUAN, Radar Bromo - Hasil tangkapan ikan nelayan Kota Pasuruan sepanjang tahun 2026 ini, mencatatkan tren positif.
Dalam kurun waktu sembilan bulan berjalan, terhitung sejak Januari hingga September, para nelayan lokal tercatat mampu mengumpulkan total tangkapan hingga lebih dari 7.313 ton ikan laut.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Muallif Arif, mengungkapkan grafik perolehan hasil tangkap nelayan di wilayahnya, terbilang fluktuatif akibat pengaruh faktor musiman dan cuaca di perairan.
Berdasarkan data dinas, pada triwulan pertama (Januari–Maret), hasil tangkapan hanya menyentuh angka 1.640 ton atau dengan rata-rata 546 ton per bulan.
Hal ini disebabkan oleh tingginya intensitas hujan dan gelombang laut yang membatasi ruang gerak nelayan.
Kondisi tersebut berbalik arah pada triwulan kedua (April–Juni). Seiring membaiknya cuaca dan meredanya gelombang, hasil tangkapan nelayan melonjak tajam hingga mencapai 3.658 ton.
Memasuki triwulan ketiga (Juli–September), perolehan ikan kembali melandai di angka 2.015 ton akibat adanya anomali cuaca di puncak musim kemarau.
"Angin kencang di puncak kemarau, sering memicu gelombang dan memengaruhi suhu permukaan air laut. Akibatnya, ikan cenderung bermigrasi ke wilayah perairan dengan suhu yang lebih nyaman. Sehingga memengaruhi jumlah tangkapan. Meski begitu, akumulasi hingga September tetap positif di angka 7.313 ton," jelas pria yang akrab disapa Ayik tersebut.
Untuk tahun 2026 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan telah mematok target total produksi tangkapan ikan, sebesar 11.257 ton.
Target tersebut naik dua persen dari target tahun 2025, yang berada di angka 10.938 ton.



