Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masuk Puncak Kemarau, BMKG Ingatkan untuk Waspadai Risiko Ini

F
Penulis: Fuad Alyzen❯
RAWAN: Puncak kemarau berisiko terjadinya kekeringan dan kebakaran. BMKG pun memberikan peringatan, akan adanya risiko tersebut. (Dokumen Radar Bromo)
RAWAN: Puncak kemarau berisiko terjadinya kekeringan dan kebakaran. BMKG pun memberikan peringatan, akan adanya risiko tersebut. (Dokumen Radar Bromo)

Advertisement

PASURUAN, Radar Bromo - Wilayah Pasuruan kini resmi memasuki puncak musim kemarau, dengan kondisi cuaca yang didominasi oleh hari-hari cerah dan minim potensi hujan.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap ancaman bencana kekeringan meteorologis, serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengintai dalam beberapa waktu ke depan.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, menjelaskan dinamika atmosfer saat ini, belum mendukung terbentuknya awan hujan di Jawa Timur, termasuk di wilayah Pasuruan.

Advertisement

Berbagai indikator iklim global dan regional, seperti indeks ENSO yang berada di nilai +1,11 serta fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) dan Madden-Julian Oscillation (MJO), terpantau masih dalam kondisi netral sehingga tidak memberikan dampak pada aktivitas konvektif.

Selain itu, BMKG Juanda memproyeksikan bahwa hingga pertengahan Juli 2026, belum ada gangguan atmosfer yang signifikan untuk memicu hujan secara merata.

“Meskipun suhu muka laut di sekitar Selat Madura memberikan sedikit tambahan uap air, jumlahnya belum cukup untuk merangsang pembentukan awan hujan dalam skala yang luas,” jelasnya.

Advertisement

Karakter musim kemarau di Pasuruan, justru semakin diperkuat oleh hembusan angin timuran yang bertiup cukup kencang, dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan mencapai 23 knot.

Angin monsun ini membawa massa udara yang relatif kering dari Benua Australia.

“Ini menjadi penanda kuat bahwa wilayah Jawa Timur sedang berada di periode kering yang sangat intens,” imbuhnya.

Dengan kondisi ini, BMKG mengimbau warga Pasuruan untuk mulai menghemat penggunaan air bersih, guna mengantisipasi kekeringan.

Advertisement

Artikel Terkait

Kemenhut-BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Es Kering untuk Uran Semburan Asap Karhutla

Kemenhut-BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Es Kering untuk Uran Semburan Asap Karhutla

Kemenhut, BMKG, dan TNI gelar Operasi Modifikasi Cuaca pakai es kering urai pekatnya asap karhutla di Sumsel. Kualitas udara membaik.

 Suhu Udara Tembus 33,4 Derajat Celsius, Warga Pasuruan dan Probolinggo Diimbau Waspada

Suhu Udara Tembus 33,4 Derajat Celsius, Warga Pasuruan dan Probolinggo Diimbau Waspada

Suhu di atas 30 derajat Celsius terbukti secara medis mampu mempercepat proses penguapan cairan, di dalam tubuh manusia.

Terus Monitoring Sesar Pasuruan yang Pernah Dirilis Pusat Study Gempa Nasional

Terus Monitoring Sesar Pasuruan yang Pernah Dirilis Pusat Study Gempa Nasional

Sesar Pasuruan ini bukan sesar baru, tetapi sudah di identifikasi dan dirilis oleh PUSGEN sejak 2017 lalu. Sesar Pasuruan ini bukan berada d

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer