Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nelayan Diminta Waspada Ombak Tinggi yang Bisa Terjadi di Perairan Pasuruan

F
Penulis: Fuad Alyzen❯
HARUS PANTAU CUACA: Nelayan di pesisir Lekok membersihkan perahunya saat libur melaut. BMKG memperkirakan ombak perairan di Jawa Timur bakal tinggi sampai 21 Juni mendatang. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
HARUS PANTAU CUACA: Nelayan di pesisir Lekok membersihkan perahunya saat libur melaut. BMKG memperkirakan ombak perairan di Jawa Timur bakal tinggi sampai 21 Juni mendatang. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Advertisement

 

PASURUAN, Radar Bromo – Aktivitas pelayaran dan nelayan di perairan Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi  tinggi gelombang di sejumlah perairan Jatim masih berpotensi mencapai kategori sedang hingga mendekati tinggi pada periode 17 sampai 21 Juni 2026.

Berdasarkan informasi tinggi gelombang yang dirilis Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, wilayah perairan selatan Jatim menjadi daerah dengan gelombang tertinggi.

Advertisement

Di perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember hingga Banyuwangi, tinggi gelombang diprakirakan berkisar 1,74 hingga 2,17 meter.

Sementara itu, kondisi perairan di wilayah Pasuruan relatif lebih landai. Tinggi gelombang di Perairan Pasuruan diprakirakan berada pada kisaran 0,51 hingga 0,68 meter selama lima hari ke depan.

Meski demikian, nelayan dan pengguna jasa transportasi laut tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Advertisement

Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, mengatakan, kondisi gelombang di perairan Pasuruan masih tergolong rendah.

Namun, aktivitas di laut tetap harus memperhatikan perkembangan cuaca dan informasi maritim terbaru dari BMKG.

“Untuk wilayah Perairan Pasuruan, tinggi gelombang masih berkisar antara setengah hingga kurang dari satu meter. Meski relatif aman, nelayan dan pelaku pelayaran tetap perlu mewaspadai potensi peningkatan angin maupun pertumbuhan awan konvektif yang dapat memengaruhi kondisi laut,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan awan cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap berpotensi meningkatkan kecepatan angin sekaligus tinggi gelombang di perairan. Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di laut diminta terus memantau informasi cuaca sebelum berangkat melaut.

Advertisement
Editor : Abdul Wahid

Artikel Terkait

Kemenhut-BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Es Kering untuk Uran Semburan Asap Karhutla

Kemenhut-BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Es Kering untuk Uran Semburan Asap Karhutla

Kemenhut, BMKG, dan TNI gelar Operasi Modifikasi Cuaca pakai es kering urai pekatnya asap karhutla di Sumsel. Kualitas udara membaik.

 Suhu Udara Tembus 33,4 Derajat Celsius, Warga Pasuruan dan Probolinggo Diimbau Waspada

Suhu Udara Tembus 33,4 Derajat Celsius, Warga Pasuruan dan Probolinggo Diimbau Waspada

Suhu di atas 30 derajat Celsius terbukti secara medis mampu mempercepat proses penguapan cairan, di dalam tubuh manusia.

Terus Monitoring Sesar Pasuruan yang Pernah Dirilis Pusat Study Gempa Nasional

Terus Monitoring Sesar Pasuruan yang Pernah Dirilis Pusat Study Gempa Nasional

Sesar Pasuruan ini bukan sesar baru, tetapi sudah di identifikasi dan dirilis oleh PUSGEN sejak 2017 lalu. Sesar Pasuruan ini bukan berada d

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer