Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bisnis Esek-esek di Tretes Kian Sepi sejak Pandemi

Jawanto Arifin • Kamis, 6 Mei 2021 | 19:00 WIB
LENGANG: Gang Sono yang kerap dikunjungi lelaki hidung belang. Sejak pandemi, kondisi sejumlah wisma di kawasan Tretes kian sepi. (Rizal Syatori/Radar Bromo)
LENGANG: Gang Sono yang kerap dikunjungi lelaki hidung belang. Sejak pandemi, kondisi sejumlah wisma di kawasan Tretes kian sepi. (Rizal Syatori/Radar Bromo)
PRIGEN, Radar Bromo - Selama pandemi Covid-19 dan Ramadan ini, jumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) di kawasan Tretes semakin turun. Baik para pekerjanya maupun tamu yang berkunjung.

Lokasi wisata tersebut justru dikunjungi oleh keluarga-keluarga yang ingin menikmati kuliner. Tidak untuk mencari kesenangan lain.

Hal itu diungkapkan Isabella (samaran), salah seorang PSK, yang kemarin mudik lewat Terminal Pandaan. Dia mengaku tak banyak dapat tamu. Sejak pandemi Covid-19 pada 2020 lalu sampai sekarang.

Memang masih ada yang datang. Kebanyakan mereka berasal dari Sidoarjo, Surabaya, dan Malang. Tamu yang orang Pasuruan malah jarang. Sedikit sekali jumlahnya. Tamu dari luar kota itu pun adalah orang-orang lama. Sudah pernah datang. Mereka selalu menelepon dulu sebelum datang ke Prigen. ”Biasanya ngajak keluar,” ujarnya.

Photo
Photo
MUDIK: Sejumlah mbak-mbak panggilan di Tretes menunggu bus untuk mudik. (Rizal Syatori/Radar Bromo)

Kondisi seperti itu dibenarkan oleh Peno, seorang makelar di Prigen. Setahu dia, dulu jumlah PSK yang tinggal di Tretes mencapai ratusan orang. Sejak marak pandemi, jumlahnya tinggal puluhan orang. Bahkan, selama Ramadan, semakin sedikit yang memilih bertahan di sana.

Tempat mereka tersisa di tiga lokasi. Sekitar Gang Sono, Pesanggrahan, dan Watuadem. Wiswa-wisma semakin berkurang. Itu pun tidak seterang-terangan seperti dulu. Menjelang Lebaran ini, penghuninya juga telah pulang kampung. ”Sebagian besar sudah mudik,” ujarnya.

Seorang ibu rumah tangga yang ditemui Jawa Pos Radar Bromo ini mengaku jarang melihat ada mbak-mbak PSK yang mondar-mandir seperti biasanya. Padahal, sehari-hari mereka belanja di toko dan warung. Beli makanan, rokok, atau kebutuhan lain. ”Sudah jarang kelihatan,” ungkapnya. (zal/far) Editor : Jawanto Arifin
#psk tretes #wisma tretes #tretes terdampak pandemi