Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

CEMPAKA Foundation Launching Program KHDTA 2026: Kolaborasi Multipihak Konservasi Hutan di Kabupaten Pasuruan

U
Penulis: Untoro Ariyadi❯
PERESMIAN: Pemukulan gong oleh Wakil Ketua DPRD, Adinda Denisa, sebagai tanda dilaunchingnya program KHDTA 2026.
PERESMIAN: Pemukulan gong oleh Wakil Ketua DPRD, Adinda Denisa, sebagai tanda dilaunchingnya program KHDTA 2026.

PRIGEN, Radar Bromo-Upaya pelestarian alam di Kabupaten Pasuruan terus dilakukan. Salah satunya, Cempaka Foundation bersama Pemkab Pasuruan meresmikan Program Konservasi Hutan dan Daerah Tangkapan Air (KHDTA) tahun 2026 di Alas Kesiman, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.


Advertisement

Program ini sebagai langkah nyata kolaborasi multipihak dalam rangka konservasi hutan. Untuk menjaga dan memperbaiki kondisi lahan kritis serta daerah tangkapan air di Kabupaten Pasuruan.

Acara launching dibuka langsung Adinda Denisa, selaku Wakil ketua DPRD Kabupaten Pasuruan dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Yudha Tri Widya Sasongko.

Hadir juga kepala Dinas Lingkungan Hidup, Nur Kholis; Kepala Bapperida Bakti Jati Permana; ADM Perhutani KPH Pasuruan dan CDK Lumajang Wiker Pasuruan. Turut hadir juga perwakilan dari 20 Perusahaan mitra Yayasan Cempaka.

Advertisement

Direktur CEMPAKA Foundation, Sarifudin Lathif menyatakan, program KHDTA ini sudah berjalan selama 6 tahun. Mulai tahun 2019 hingga 2025.

Selama kurun waktu tersebut, telah ditanam lebih dari 97.747 pohon dan  luas 159,08 Ha dengan Mitra sebanyak 34 Perusahaan.

Sejak tahun 2023, CEMPAKA Foundation telah menyediakan Aplikasi BumiBaik untuk memantau lokasi, pertumbuhan dan dampak potensi serapan karbon dari setiap pohon yang telah ditanam.

KOLABORASI: Sinergi pemerintah, NGO, dan perusahaan terjalin dengan baik dalam upaya pelestarian alam yang diinisiasi oleh CEMPAKA Foundation.
KOLABORASI: Sinergi pemerintah, NGO, dan perusahaan terjalin dengan baik dalam upaya pelestarian alam yang diinisiasi oleh CEMPAKA Foundation.

“Aplikasi BumiBaik ini berfungsi sebagai komitmen pertanggungjawaban kepada para pihak secara transparan dalam menanam pohon,” jelas Sarifudin.

Advertisement

Sarifudin menambahkan, tahun 2025, melalui Program KHDTA ini, pihaknya  telah menanam dan merawat 17.976 pohon dengan luas 25,6 Ha, bersama 23 Mitra dari Perusahaan dan Pemerintah.

Lokasi penanamanya tersebar di hutan 6 desa yang dikelola Kelompok Masyarakat.

Dari hasil monev bersumber dari BumiBaik Apps, tingkat hidup pohon sebesar 85 persen. Pohon yang mati, dijelaskan telah ditanam kembali pada Desember 2025.

KONSERVASI: Penanaman Pohon oleh Sekda Yudha menandai acara launching yang digelar di Alas Kesiman, Sukoreno, Kecamatan Prigen
KONSERVASI: Penanaman Pohon oleh Sekda Yudha menandai acara launching yang digelar di Alas Kesiman, Sukoreno, Kecamatan Prigen

Sedangkan untuk tahun 2026, CEMPAKA Foundation menargetkan menanam sebanyak 25.000 Pohon dengan luas 35 Ha yang tersebar di 8 lokasi di Kabupaten Pasuruan. Dengan target 25 perusahaan.

Sementara, data Mitra Perusahaan sampai hari ini sudah ada 18 mitra Perusahaan dan Dinas di Kabupaten Pasuruan yang mendukung program KHDTA dengan menanam 20.250 pohon dengan luas 33,28 ha.

Ajak Kolaborasi Jaga Alam

Melalui Program KHDTA ini, Cempaka Foundation mengajak seluruh Stakeholder untuk mendukung upaya Konservasi Hutan dan Daerah Tangkapan air melalui Penanaman, Perawatan monitoring dan pengukuran Dampak lingkungan yang bisa dipertanggungjawabkan. Serta selaras dengan program-program Pemkab Pasuruan.

“Kami laraskan dengan TJSL (Tangungjawab Sosial Lingkungan) Perusahaan, PJLH (Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup) dan Kewajiban Perusahaan dalam Dokumen Persetujuan Lingkungan untuk pemanfaatan air bawah tanah di Kabupaten Pasuruan,” tambah Sarifudin.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Pasuruan Yudha menyambut baik inisiasi upaya konservasi yang dilakukan oleh CEMPAKA Foundation ini.

Menurutnya, upaya konservasi di wilayah kabupaten Pasuruan sudah bagus. Namun, akan lebih bagus lagi apabila menekankan pada kolaborasi antar pihak. Mengingat, lahan kritis di wilayah Kabupaten Pasuruan ini mencapai 30 ribu Ha.

“Kami akan terus mengawal proses konservasi tidak hanya wilayah gunung Penanggungan, namun juga di kawasan Arjuno, Welirang dan Bromo,” jelasnya.

“Harapan kami dengan perbub 224 tahun 2023, mekanisme konservasi lahan kritis lebih terarah, dan kami dari pihak Pemkab akan memfasilitasi hal tersebut,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD, Adinda Denisa. Dirinya sangat mengapresiasi Cempaka Foundation atas Program KHDTA ini yang sangat bermanfaat.

Selain terhadap lingkungan juga terhadap kesejahteraan masyarakat terutama petani-petani hutan yang dilibatkan dalam program KHDTA.

“Harapan saya kedepan makin banyak keterlibatan pihak lain, tidak hanya perusahaan saja, saya harap dari lembaga lembaga lain juga masyarakat pada umumnya juga terlibat dalam pelestarian lingkungan seperti program KHDTA ini,” jelasnya.

Profesionalisme dan transparansi kinerja dari CEMPAKA Foudation juga mendapat pengakuan yang positif dari perusahaan mitra.

Salah satunya datang dari PT PLN Indonesia Power UBP Grati. Menurut Abdul Mukhid, perwakilan PT PLN IP UBP Grati, perusahaan sudah menjalin kerjasama selama 3 tahun dan berjalan dengan baik.

“Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring sampai dengan pelaporan dilakukan dengan sangat professional dan transparan,’’ kata Abdul Mukhid.

CEMPAKA Foundation sendiri berkeyakinan kunci utama dalam pelestarian lingkungan di Kabupaten Pasuruan adalah kolaborasi. Pemerintah dengan penguatan regulasinya, perusahaan dengan komitmen pendanaan dan pengukuran dampaknya.

Selanjutnya, NGO dan akademisi dengan inovasi programnya, komunitas dan masyarakat dengan penjagaan dan perawatan potensi SDA-nya.

Kesemuanya tentu dijalankan dengan penuh tanggungjawab dan komitmen keberlanjutan untuk Lingkungan di Kabupaten Pasuruan lebih baik. (unt/mie)

Advertisement

Artikel Terkait

Tim Gabungan Gelar Operasi Move Up ke Gunung Arjuno, Ringgit, Hingga Welirang

Tim Gabungan Gelar Operasi Move Up ke Gunung Arjuno, Ringgit, Hingga Welirang

Tahura kini mengalihkan fokus pada operasi move up—sebuah gerakan taktis penyisiran ke dataran yang lebih tinggi.

Gunung Lemongan Batas Selatan Tiris-Probolinggo Terbakar, Warga Perbatasan Panik

Gunung Lemongan Batas Selatan Tiris-Probolinggo Terbakar, Warga Perbatasan Panik

Kebakaran hutan terjadi di Gunung Lemongan Petak 12 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Jumat (9/10), kebakaran semp

Gunung Prau Gempol Pasuruan Tersulut Api, Hanguskan Dua Hektare Lahan Perhutani

Gunung Prau Gempol Pasuruan Tersulut Api, Hanguskan Dua Hektare Lahan Perhutani

Titik api awalnya terpantau oleh seorang petugas keamanan BRIN, yang sedang berjaga di sekitar lokasi kejadian.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer