Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Berusaha Tampil Keren saat Lebaran dengan Pakaian baru

Ronald Fernando • Rabu, 12 April 2023 | 16:09 WIB
BURU PAKAIAN BARU: Sejumlah warga berburu pakaian baru di salah satu toko di Kota Probolinggo. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
BURU PAKAIAN BARU: Sejumlah warga berburu pakaian baru di salah satu toko di Kota Probolinggo. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
Ramadan membawa berkah bagi sejumlah pusat perbelanjaan di Probolinggo dan Pasuruan. Pengunjung ramai. Mereka berburu baju baru untuk Hari Raya Idul Fitri. Jumlah pengunjung mencapai lipat dua dibanding hari-hari biasa.

------------------------------------------------------------------------------------------------------

LEBARAN identik dengan yang baru-baru. Mulai dari pakaian, perabot rumah, sampai cat rumah harus diperbarui. Karena itu, tak heran bila pusat-pusat perbelanjaan ramai pembeli. Terutama toko pakaian.  

Warga Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Irfan, 18, mengaku berbelanja baju baru setiap jelang Lebaran sudah biasa. Terutama pakaian yang akan dikenakan ketika salat Id di masjid.

Irfan mengaku menyiapkan Rp 500 ribu untuk membeli baju koko, sarung, dan kemeja. Dengan baju baru, kata Irfan, akan lebih percaya diri ketika Lebaran. Apalagi usai salat Id biasanya langsung berkeliling desa, bersilaturahmi untuk bermaaf-maafan dengan tetangga.

Baju baru juga biasa digunakan saat menyambangi saudara yang jauh. “Merasa lebih percaya diri. Kalau tidak beli baju baru, terasa ada yang kurang. Makanya kalau Lebaran selalu menyiapkan uang untuk belanja pakaian,” katanya.

Hal senada diutarakan Citra, 23, warga Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. setiap tahun, Citra selalu berbelanja baju Lebaran. Agar tampil cantik saat hari raya. Dalam momen yang datang setahun sekali. “Apalagi saat itu (Lebaran) kumpul sama keluarga dan kerabat usai sebulan berpuasa. Kalau tidak beli, ya kurang nyaman," katanya.

Sejumlah toko di Kota Probolinggo menawarkan banyak brand pakaian. Menurut salah seorang SPG di Graha Mulia Probolinggo, Irma Damayanti, 22, sejak Ramadan, peminat pakaian meningkat. Paling banyak masyarakat membeli gamis, tunik, hingga kemeja.

Setiap brand, saat hari-hari biasa, kata Irman, hanya menyediakan sekitar 900 buah. Namun, sejak Ramadan bisa sampai 2.000 buah pakaian. “Kalau sebelum Ramadan itu kisaran 10 sampai 15 buah setiap harinya. Akhir pekan bisa 25 buah. Selama Ramadan, dalam sehari bisa laku di atas 200 buah,” ujarnya.

Head Store and HRD Toserba Graha Mulia Probolinggo Ficke Beyah mengatakan, memang ada kenaikan pembelian selama Ramadan. “Ramadan tahun ini memang lebih ramai dari hari biasa. Cuma belum seramai Ramadan tahun lalu,” katanya.

Hal senada diutarakan Area Store Manajer KDS Probolinggo Sri Lestari. Katanya ada peningkatan sekitar lima persen dibanding sebelum Ramadan. Jika dibandingkan Ramadan tahun lalu, pengunjung tahun ini lebih beragam. Tidak hanya dari kalangan dewasa, tapi juga dari anak-anak.

“Tahun ini yang datang sekeluarga. Mungkin efek tahun ini tidak ada lagi pembatasan seperti tahun lalu,” katanya.

Kondisi serupa terjadi di pusat-pusat perbelanjaan di Pasuruan. Termasuk di Pandaan. Sejak beberapa hari terakhir, pusat perbelanjaan di Jalan R.A. Kartini, Pandaan, makin ramai. Bahkan, parkiran kendaran meluber ke jalan. “Paling ramai Sabtu dan Minggu,” ujar Sodik, warga sekitar.

Kasi Pengoperasian Terminal dan Parkir Dishub Kabupaten Pasuruan Fatkhur Rohman mengatakan, meningkatnya kendaraan yang parkir di tepi Jalan RA. Kartini, Pandaan, menjadi atensi. Terutama di titik yang rawan kemacetan. “Puncak orang berbelanja dan kendaraan parkir tepi jalan di ruas jalan ini mulai H-7 sampai dengan H-1 Lebaran,” jelasnya. (riz/zal/rud) Editor : Ronald Fernando
#baju baru lebaran #pakaian lebaran