Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kaget saat Tahu Istri Punya Banyak Utang

Fuad Alyzen • Sabtu, 13 Desember 2025 | 19:25 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

HIDUP Tama (bukan nama sebenarnya), 47, sering tidak tenang dalam kesehariannya. Ketidaknyamanannya lantaran dipenuhi tagihan utang. Bukan hanya dari bank.

Tapi juga tetangga hingga saudara. Suaminya baru mengetahui setelah banyak yang tagih, yang membuatnya harus merantau ke luar daerah.

Sudah bertahun-tahun Tama hidup seperti orang kaya. Masyarakat mengira Tama bekerja enak. Selain punya barang yang serba baru, perempuan kelahiran Kabupaten Probolinggo ini punya gaya hidup layanya ibu-ibu sosialita.

Itu terjadi setelah menikah dengan suaminya, sebut saja Budi namanya. Tama enggan hidup susah.

Padahal pekerjaan suaminya hanyalah seorang kuli bangunan. Untuk menyembunyikan pekerjaan suami, Tama selalu menutupinya ke tetangga.

“Si suami ini berangkat kerja pakaiannya rapi. Karena dia selalu ikut kerja borongan,” ujar saudara Tama, sebut saja Isli (juga bukan nama sebenarnya), 44.

Sampai dia memiliki anak, Tama tetap menjalani hidup bak drama. Dia ingin dianggap berada. Supaya tidak diremehkan orang.

Kepada Budi , Tama juga kerap berbohong. Dia mengaku sedang menggeluti bisnis jual-beli barang dengan sistem online. Alasannya, dia ingin membantu ekonomi keluarga.

Sementara Budi  tidak memahami dunia media sosial. Maka Budi  percaya saja saat Tama membeli barang-barang di rumahnya.

Sekalipun barang itu tak dibutuhkan. Budi menganggap Tama punya penghasilan sendiri, maka layak jika istrinya ingin memanjakan diri. Padahal barang-barang itu dibeli Tama dari uang pinjam di bank alias utang.

Selain di bank, Tama juga meminjam di bank rentenir. Semuanya tanpa sepengetahuan sang suami. Celakanya, semua itu selalu dilakukannya setiap membutuhkan sesuatu.

Sampai anak-anaknya mulai besar, Tama masih sering berutang untuk memenuhi nafsu atau keinginannya.

“Mbak (Tama, red) sering gali lubang tutup lubang. Setelah bayar utang ya ngutang lagi. Tapi karena lebih banyak nafsunya daripada kebutuhan, jadi semakin banyak utangnya,” ujarnya.

Suatu ketika, suami pun menaruh curiga. Sebab tetangga sudah banyak mengetahui. Terbongkarnya rahasia itu lantaran si Tama sering bertemu dengan orang yang berpakaian rapi. Seseorang yang ternyata dari pihak bank dan sedang menagih utang ke Tama.

Hingga akhirnya apa yang dilakukan Tama selama ini diketahui oleh suami. Tak disangka, utang Tama sudah begitu banyak. Sudah menumpuk senilai Rp 80 juta setelah ditotal. “Si suami marah hingga terjadilah pertengkaran,” ujarnya.

Kata si Isli, hidup Tama jika sederhana, sebenarnya cukup. Suami selalu memberikannya uang dari hasil pekerjaannya. Walaupun tidak banyak suami sudah bertanggung jawab.

Namun karena utang itu, Tama jadi sengsara. Sebab hasil pekerjaan selalu dibuat untuk bayar utang. Untuk memenuhi kebutuhan per harinya Tama selalu pinjam uang ke kerabat dan tetangganya.

Karena kondisinya tak kunjung membaik, utang ke saudara dan tetangganya tambah menumpuk. Lagi-lagi untuk memenuhi kebutuhannya, Tama berutang kembali.

Barang-barangnya yang dulu ia dapatkan dari utang, sebagian besar sudah habis terjual untuk membayar.

Satu-satunya penghasilan dari berjualan makanan dan minuman di rumahnya. Serta tentu saja penghasilan suami yang bekerja sabagai kuli bangunan.

Rumah tangga keduanya sempat oleng. Mereka harus dikejar-kejar utang hingga keuangan tidak seimbang.

Sampai sekarang Tama selalu menghindar dari tagihan utang. Baik tetangga, saudara bahkan bank. Setiap hari rumahnya selalu tertutup rapat. Karena pihak bank akan ke rumahnya untuk menagih.

Praktis, Tama mulai sering jadi bahan gunjingan. Ibu-ibu tetangga yang kumpul menjadikan Tama sebagai sasaran untuk ghibah.

Tetapi Budi  masih punya tanggung jawab besar. Dia tidak ingin rumah tangganya kacau dan berantakan. Maka Budi  mengambil keputusan untuk merantau ke luar Probolinggo supaya mendapatkan penghasilan yang lebih. (zen/fun)

Editor : Abdul Wahid
#istri #utang #rumah tangga