BERBINCANG mengenai jam tangan, belum lengkap bila tidak membahas strap. Strap atau tali jam tangan, ada juga yang menyebutnya gelang atau sabuk jam tangan. Gelang jam tangan ini merupakan salah satu komponen kunci dari sebuah jam tangan.
Meski sering kali dianggap sebagai elemen penunjang, strap memiliki peran sangat penting dalam kenyamanan dan gaya jam tangan. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk membuat gelang jam tangan adalah menggunakan tali paracord.
Paracord atau Parachute cord awalnya merupakan tali parasut yang biasa digunakan oleh tentara Amerika Serikat (US Army). Saat itu tali paracord digunakan sebagai sarana survival atau bertahan hidup ketika Perang Dunia II berlangsung.
Tali paracord memiliki beberapa kelebihan dibandingkan jenis tali lainnya. Ia sangat kuat dan elastis. Cocok untuk mengikat tenda, tali sepatu, hingga jadi tali pancing.
Tali paracord memiliki daya tahan luar biasa, sehingga bisa diandalkan dalam berbagai situasi termasuk hiking, berkemah, maupun dalam situasi darurat yang tak terduga.
Di Probolinggo, inovasi gelang jam tangan dari tali paracord ini ditekuni oleh Ahmad Busthomi, 36, salah seorang warga Dusun Krajan, Desa Pondokkelor, Kecamatan Paiton, Kota Probolinggo. Bermula ada 2015. Kala itu, Busthomi mengaku sempat kebingungan untuk mengaitkan tali tersebut pada jam tangan.
“Akhirnya banyak belajar setelah tergabung dalam Indonesian Paracordist. Belajar dari sejumlah seniman perajut tali paracord,” katanya.
Penggunaan warna serta gespernya pun bisa menyesuaikan sesuai selera. Bila menyukai gaya mencolok dapat bermain dengan warna-warna cerah. Jika ingin gaya kasual, bisa mencoba menggunakan warna netral.
“Untuk simpul dan gesper ada tipe shackle, buckle, webbing, dan stripe kanvas juga. Sedangkan, untuk warna best seller yang sering dikerjakan ada hitam dan hijau tentara atau hijau army,” kata Busthomi.
Strap jam tangan paracord juga dapat disesuaikan selera pribadi. Demi membuat satu buah strap jam dari tali paracord hanya perlu waktu satu hingga dua jam saja.
“Lama pengerjaan, tergantung dari desain, sebab bisa custom juga. Kalau hanya rajutan standar, ya butuh satu sampai dua jam saja. Untuk jenis jam tangan yang tipe pen, biasanya tidak perlu mengirim jamnya ke sini. Cukup ukuran pergelangan tangannya saja. Tapi, kalau bentuk jam tangannya rumit, mau tidak mau harus dikirim ke sini agar ukurannya pas,” jelasnya.
Tak Berat dan Tahan Air
Penggunaan tali paracord pada strap jam tangan memberikan nuansa tangguh dan keandalan. Selain digunakan untuk berpetualang dan kegiatan di luar ruangan, strap ini cocok digunakan sehari-hari.
Strap jam tangan paracord sangat ringan, sehingga tidak akan membuat jam tangan menjadi terasa berat di pergelangan tangan. Selain itu, juga tahan air, sehingga tak perlu khawatir tentang kerusakan akibat kontak dengan air atau kelembapan saat menjelajahi alam liar.
Tak heran bila peminatnya banyak. Menurut Busthomi, pelanggannya tidak hanya datang dari kalangan pegiat outdoor.
“Bukan hanya pecinta alam, tapi juga dari militer. Selain itu, ada pula dari pengendara motor yang suka touring. Naik motor menggunakan jam tangan dari kreativitas tali paracord ini. Kami juga pernah kirim barang ke luar negeri, tapi mengunakan bantuan marketplace internasional,” jelasnya.
Salah seorang pembeli strap jam tangan ini, Erza Febriyan, 35, mengatakan, produk ini unik dan memiliki nilai seni yang tinggi. Ia telah menggunakan strap jam tangan ini selama tiga tahun dan tidak ada kendala.
“Kualitas dan daya tahannya memang bisa diacungi jempol. Hingga saat ini belum ada kendala yang saya rasakan yang menyebabkan strap ini tidak bisa saya pakai kembali,” ujar pria asal Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.
Menurutnya, banyak temannya yang menyebut gelang jam tangannya unik. Mereka menilai sangat cocok ketika digunakan. “Sebab, aktivitas saya padat dan butuh gelang jam tangan yang juga tahan banting,” tambahnya.
Senada dengan Erza, Habiburrahman Novan, 40, menceritakan pengalamannya memiliki jam tangan Casio G-Shock di mana talinya putus. Ia telah mencoba mencari strap original untuk merek tersebut, namun tidak menemukannya.
“Kalau saya beli yang KW, khawatir cepat rusak dan kualitasnya pasti beda. Saya pikir strap dari tali paracord ini alternatif yang paling bagus,” ujar warga Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.
Baik Erza maupun Novan mengaku tidak kesulitan dalam perawatan strap jam tangan dari tali paracord. Sebab, bahan dasarnya yang berupa tali sangat mudah dibersihkan. Bila basah, juga lekas kering. “Kalaupun kotor, cukup dicuci atau dibasahi. Nanti juga kering-kering sendiri,” katanya. (mg/rud)
Editor : Jawanto Arifin