TONGAS, Radar Bromo – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo melaksanakan uji pullorum 2.500 sampel ayam di Desa Sumendi, Kecamatan Tongas.
Pengujian dilakukan untuk mengendalikan penyakit unggas berbasis deteksi dini dan penting dilakukan untuk menjaga keamanan pangan dan produktivitas sektor perunggasan.
Pengujian dilakukan bersama UPT Laboratorium Kesehatan Hewan (Labkeswan) Malang didampingi Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan ribuan sampel dinyatakan negatif.
Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kabid Keswan dan Kesmavet drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan, uji pullorum merupakan instrumen vital dalam deteksi dini penyakit pada unggas.
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri salmonella pullorum atau lebih dikenal dengan penyakit berak kapur.
“Penyakit ini menular melalui transmisi vertikal dari induk unggas ke telur, sehingga berpotensi mengakibatkan kerugian signifikan pada sektor budidaya ayam petelur,” katanya.
Untuk mengetahui status kesehatan secara spesifik terhadap infeksi salmonella pullorum, pengujian dilakukan melalui pemeriksaan serum darah ayam.
Petugas kemudian mengambil dan menguji 2.500 sampel ayam. Nantinya jika ditemukan satu sampel positif, maka dilakukan beberapa tindakan. Mulai dari vaksinasi ulang, perbaikan biosekuriti, dan pengobatan pada ternak.
Apabila ada temuan maka akan dilakukan pembatasan distribusi telur. Pembatasan ini dilakukan sampai kondisi ayam kembali sehat dan telur aman dikonsumsi. Ini bertujuan melindungi konsumen atau masyarakat.
Nikolas menjelaskan, uji pullorum merupakan prosedur wajib yang dilaksanakan secara berkala. Hal ini untuk memastikan keamanan biologis serta kualitas produksi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Probolinggo melalui Diperta untuk memastikan kesehatan hewan, keamanan pangan asal unggas serta stabilitas usaha perunggasan.
“Ada sekitar 2.500 sampel yang diuji. Hasilnya semuanya negatif,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid