PAITON, Radar Bromo- Balita penderita bibir dan celah langit-langit di Kabupaten Probolinggo, cukup banyak. Sabtu (3/5), belasan balita menjalani operasi bibir dan celah langit-langit sumbing di Rumah Sakit (RS) Rizani Paiton.
Operasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup balita di masa depan. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama pentahelix. Meliputi Pemkab Probolinggo, Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Probolinggo, PT Paiton Energy dan PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI), Yayasan Surabaya Cleft Lip & Palate (CLP) Center, dan RS Rizani.
Head of External Relations PT Paiton Energy Bambang Jiwantoro mengatakan, kerja sama multipihak ini begitu penting. Perusahaan percaya, sinergi pentahelix merupakan fondasi dari keberhasilan program ini.
“Operasi bibir sumbing tidak hanya membutuhkan intervensi medis, tetapi juga dukungan sosial, logistik, dan komunikasi yang solid,” katanya.
Bibir dan celah langit-langit sumbing memiliki dampak luas mulai dampak ekonomi, sosial, dan kesehatan. Secara ekonomi, anak-anak dengan CLP yang tidak teratasi bisa saja menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang layak.
Secara medis, CLP dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Seperti, gangguan pendengaran, gangguan makan, bicara, pernapasan, dan infeksi telinga. Adanya stigma sosial juga dapat membatasi kesempatan mereka dalam berintegrasi ke dalam masyarakat.
Melalui tindakan medis operasi, maka kondisi fisik bibir dan celah langit-langit dapat diperbaiki. Pada akhirnya akan mampu meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi stigma sosial yang kerap dialami anak-anak dengan kondisi seperti ini.
“Kolaborasi ini penting bagi keberlanjutan layanan penanganan bibir sumbing yang kami jalankan. Kami juga bekerja sama dengan tenaga medis dan mitra organisasi yang mendukung kegiatan hari ini. Ada 12 anak balita yang melakukan operasi,” ujar Ketua Tim Medis Surabaya CLP Center, Dr. Lobredia Zarasade.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Hari Kriswanto mengatakan, kolaborasi ini merupakan kegiatan sangat penting untuk menunjang visi kesehatan di Kabupaten Probolinggo.
“Semoga kegiatan ini dapat terus berkesinambungan, sehingga upaya pembangunan kesehatan di Kabupaten Probolinggo, tidak hanya di kawasan kota, tetapi juga bisa sampai di kawasan pelosok desa,” harapnya.
Direktur RS Rizani Dr. Mirrah Samiyah mengatakan, program ini mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam membantu anak-anak Indonesia menjalani hidup yang lebih sehat dan percaya diri. Pihaknya percaya setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, tanpa hambatan kondisi kesehatan bawaan seperti bibir sumbing. (ar/rud)
Editor : Ronald Fernando