Dinginnya Tretes saat Bediding Membuat Wisatawan Berdatangan, Petani Waspada

Angka itu kecil. Tapi dampaknya tidak. Pada 13 Juli 2026, Stasiun Geofisika Pasuruan mencatat suhu minimum Tretes menyentuh 13,6 derajat Celsius. Menempatkannya sebagai wilayah terdingin kedua di Jawa Timur. Hanya kalah dari kawasan Gunung Bromo.
M. BUSTHOMI, Prigen, Radar Bromo
Di kawasan wisata Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, dingin adalah magnet. Sejak kabar suhu rendah ramai diperbincangkan di media sosial, deretan kafe dan penginapan di lereng Arjuno-Welirang semakin ramai.
Menjelang petang, embun sudah membasahi kaca-kaca warung kopi dan beranda vila. Aroma kopi hitam, jagung bakar, dan wedang jahe bercampur dengan udara pegunungan yang menusuk kulit.
Rina, wisatawan asal Surabaya, sengaja datang lebih awal bersama keluarganya, Sabtu (11/7). Ia ingin menutup libur panjang sekolah.
“Memang sengaja datang karena penasaran. Rasanya beda dibanding di Surabaya. Minum kopi jadi lebih nikmat kalau udaranya begini,” ujarnya.
Di sepanjang jalan utama, semangkuk mi rebus dan kopi panas menjadi menu yang paling banyak dipesan. Bagi warga yang menetap, dingin adalah keseharian yang perlu disiasati.
Riko Hardiansyah, warga setempat mengaku sudah terbiasa. Tapi kali ini, ia harus memanaskan air sebelum anak-anaknya mandi dan memulai sekolah di hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang.



