Jumlah itu tersebar di 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Probolinggo. Di Kecamatan Gading misalnya, ada 11 SD. Di antaranya, SDN Kaliacar 1, SDN Condong III, dan SDN Bulupandak. Lalu di Kecamatan Sukapura ada delapan sekolah. Di antaranya, SDN Sapikerep III, SD Islam Nurul Hikmah As-Sholeh, dan SDN Wonokerto II.
Kabid Pembinaan SD di Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Sri Agus Indaryati mengatakan, multigrade adalah pembelajaran yang menggabungkan siswa beberapa kelas di ruangan yang sama. Minimal menggabungkan siswa dari dua kelas. Misalnya, kelas 1 dan 2.
“Ada 118 sekolah yang saat ini belum dikatakan ideal. Karenanya, diberlakukan multigrade,” terangnya.
Tujuannya, untuk efektivitas dalam pembelajaran. Namun, multigrade tidak bisa serta merta dilakukan. Sebab, harus memenuhi beberapa syarat.
Di antaranya, jumlah siswa sedikit atau siswa tinggal di permukiman yang jarang penduduknya. Lalu, sekolah kekurangan jumlah guru, terutama di daerah-daerah terpencil. Kemudian, keberadaan ruang kelas terbatas. Sehingga tidak cukup menampung semua rombongan belajar yang ada.
Tidak hanya itu, ada alasan lain yang menjadi dasar pemberlakuan multigrade di sebuah sekolah. Seperti, lokasi sekolah sulit dijangkau, sarana transportasi terbatas, dan jarak permukiman penduduk berjauhan. Dan yang paling penting, sekolah mengizinkan penyelenggaraan multigrade atau kelas rangkap sebagai pilihan strategi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Sekolah yang melakukan kelas rangkap atau multigrade memiliki alasan tertentu. Tapi, yang paling banyak memang karena kekurangan siswa dan ruangan kelas yang terbatas,” katanya.
Sri melanjutkan, multigrade juga merupakan salah satu cara untuk mengoptimalkan keterbatasan jumlah guru untuk memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas di SD terpencil. Selain itu, juga untuk mengoptimalkan proses pembelajaran dengan menggabungkan siswa yang hampir sama kompetensinya yang berasal dari berbagai kelas.
“Yang jelas, penerapan kelas multigrade tidak serta merta dilakukan. Kecuali memang harus dilakukan. Utamanya untuk efisiensi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan siswa,” pungkasnya. (ar/hn) Editor : Jawanto Arifin