Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Polisi: Pembunuhan di Gempol Indikasi Kuat Sudah Direncanakan

Jawanto Arifin • Jumat, 10 Januari 2020 | 15:30 WIB
Photo
Photo
BANGIL, Radar Bromo - Polres Pasuruan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Yasin Fadilah, warga Kisik, Desa/Kecamatan Gempol, kemarin (9/1). Rekonstruksi itu digelar di lingkungan Mapolres Pasuruan demi alasan keamanan.

Dalam rekonstruksi itu, ada sebanyak 18 adegan yang diperagakan. Satu per satu adegan dipertontonkan. Diawali saat tersangka pembunuhan Muhammad Maulud Riyanto, 20, datang ke rumah saksi Sholeh. Di sana, tersangka sempat bertemu dengan korban. Mereka sempat saling pandang-pandangan.

Adegan berikutnya, tersangka pulang ke rumahnya. Ia kemudian mengambil jaket, masker, dan pisau yang digunakannya untuk membunuh korban.

Tersangka kemudian menunggu korban di salah satu gang. Hingga korban melintas mengendarai motor Honda Vario. Tersangka Riyanto lantas langsung mendekat dan menusukkan pisau ke perut sebelah kiri korban.

Penusukan itu dipertontonkan pada adegan ke-13. Usai menusukkan pisau, tersangka langsung kabur. Sementara korban, pulang dengan keadaan sempoyongan.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda mengungkapkan, reka ulang kasus pembunuhan itu dilakukan untuk melengkapi berkas perkara kasus pembunuhan di Kisik, Desa/Kecamatan Gempol. "Kami menjaga kondusivitas. Makanya, kami tempatkan di sini," jelasnya.

"Ini untuk melengkapi berkas yang akan kami serahkan ke Kejaksaan. Dari hasil pemeriksaan, ada indikasi kuat kalau pembunuhan yang dilakukan tersangka sudah direncanakan," sambungnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Yasin Fadilah, warga Kisik, Desa/Kecamatan Gempol, tewas dibunuh. Pelakunya, tak lain adalah pemuda yang masih tetangganya sendiri, Muhammad Maulud Riyanto, 20, Senin (16/12) sekitar pukul 10.15.

Sebelum kejadian, korban baru saja dari rumah kawannya dan hendak pulang. Nah, dalam perjalanan pulang itulah, tiba-tiba datang pelaku. Pelaku kemudian menusukkan pisau ke perut korban sebelah kiri. Usai menusuk korban, pelaku langsung kabur. Sedangkan korban, berusaha menuju rumahnya. Hingga kemudian, anak korban mengetahui keadaan korban.

Dengan kondisi bersimbah darah dan pisau masih menancap, korban kemudian dilarikan ke IGD RS Bhayangkara, Pusdik Gasum, Porong. Korban sempat menjalani perawatan. Hingga akhirnya, nyawanya tak terselamatkan.

Tersangka sendiri nekat melakukan pembunuhan itu lantaran diselimuti dendam. Ia mendapat informasi kalau ibunya diperkosa oleh korban. Hal itu yang membuatnya menyimpan dendam tersebut sejak masih kecil. (one/mie) Editor : Jawanto Arifin
#pembunuhan gempol #ibu diperkosa #polsek gempol