PRESTASI membanggakan ditorehkan tiga santri Pesantren Nurul Qodim, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Bahkan, kini mereka mendapatkan beasiswa kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Ketiga santri itu semuanya warga Kabupaten Probolinggo. Di antaranya, Fita Lia Nuriyah Agustin, santri asal Desa Glagah, Pakuniran; Fatimatul Mardhiyah, santri asal Desa Alastengah, Kecamatan Besuk; dan Fatimatus Sahro, santri asal Desa Kalikajar, Kecamatan Paiton.
Pengasuh Pesantren Nurul Qodim K.H. Hafidzul Hakiem Noer mengatakan, dunia santri tidak terlepas dari kegiatan keagamaan. Kitab kuning menjadi “makanan” sehari-hari bagi santri.
Karena itu, tak heran prestasi di bidang keagamaan mudah dicapai oleh para santri. Begitu pula santri Pesantren Nurul Qodim.
“Alhamdulilah, tiga santri kami mendapat beasiswa ke Kairo. Prestasi yang membanggakan di dunia pondok pesantren,” katanya.
Beasiswa yang didapat merupakan program Beasiswa Santri Pondok Pesantren (BSPP) ke Universitas Al-Azhar Kairo. Ketiganya dipilih karena prestasi membaca kitab kuning dan Pengembangan Bahasa Asing (Arab) melalui Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Pemprov Jawa Timur.
Nun Hafidz–sapaan akrab K.H. Hafidzul Hakiem Noer–sedikit bercerita tentang prestasi yang didapatkan ketiga santrinya. Ia menyebutkan, hal itu tidak terlepas dari manajemen pesantren.
Di Pesantren Nurul Qodim, kajian ilmu melalui kitab kuning sudah tersistem. Pesantren ini menerapkan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dari berbagai jenjang. Mulai dari PDF Ula atau tingkat SD; PDF Wustho atau setingkat SMP; dan Ulya setingkat SMA.
Pembelajaran PDF ini memiliki tingkatan masing-masing. Seperti jenjang SD sampai SMA.
“Kajiannya keagamaan melaui kitab-kitab,” ujarnya.
Di pesantren ini, pendidikan PDF menjadi wajib bagi para santri. Berbeda dengan itu, untuk sekolah formal seperti SD sampai SMA, menjadi pilihan kedua. Santri bisa memilih sekolah atau tidak.
Dalam pembelajarannya, pendidikan PDF dilakukan selama 3 sesi pembelajaran. Mulai dari pagi, siang, dan malam. Beragam kajian agama menggunakan kita kuning dilakukan. Mengikuti jenjang pendidikan pada PDF.
Ketiga santri yang mendapatkan beasiswa tersebut, juga merupakan santri yang masuk PDF. Mereka telah menyelesaikan pendidikannya dan lulus pada 2023. April lalu, mereka telah berangkat ke Mesir.
Mereka terpilih dari 7 perwakilan santri yang dikirimkan Pesantren Nurul Qodim. Sementara itu, program BSPP merupakan program kali kedua sejak dilakukan pada 2022.
“Prestasi ini kami harapkan bisa menjadi rangsangan bagi santri lainnya dalam meraih prestasi,” katanya. (mu/rud)
Editor : Jawanto Arifin