Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Razia Balap Liar jadi Sasaran Polisi di Probolinggo dan Pasuruan

Arif Mashudi • Rabu, 20 Maret 2024 | 13:45 WIB

 

BANYAK: Puluhan motor yang berhasil diamankan Polres probolinggo Kota dari razia balap liar sejak awal Ramadan.
BANYAK: Puluhan motor yang berhasil diamankan Polres probolinggo Kota dari razia balap liar sejak awal Ramadan.

MAYANGAN, Radar Bromo - Bulan suci Ramadan mestinya diisi dengan ibadah dan kegiatan positif lainnya.

Tapi masih ada yang mengisinya dengan aksi negatif seperti balap liar. Kepolisian di Probolinggo dan kini menyasar ajang adu kebut ilegal tersebut.

Seperti di Kota Probolinggo. Polisi menggelar razia di tiga lokasi selama bulan Ramadan ini.

Hasilnya, ada puluhan unit motor berhasil diamankan. Pemilik motor dilakukan pembinaan sekaligus disanksi tilang.

Tiga lokasi yang jadi ajang balap liar dan berhasil digagalkan mulai di jalan Dam Wiroborang Kecamatan Mayangan, Senin sore (18/3), jalan raya Kedungasem Kecamatan Wonoasih Sabtu malam (16/3) dan pekan lalu awal Ramadan berhasil gagalkan balap liar di jalan raya Tongas.

Eko, 43, warga Kedungasem mengatakan, keberadaan sepeda motor dengan knalpot brong sangat meresahkan.

Apalagi, sampai aksi balap liar yang sangat membahayakan bagi pengguna jalan lainnya.

Sebagai warga, dia ingin sekali membubarkan balap liar tersebut. Tetapi, kekhawatiran terjadi penolakan atau perlawanan malah jadi tambah ricuh.

”Hampir tiap malam terganggu dengan motor knalpot brong. Sempat saya keluar rumah, ternyata ada yang balap motor,” katanya.

Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah mengatakan, aksi balap liar yang terjadi di wilayah Kota Probolinggo, menjadi atensi serius kepolisian.

Karena masyarakat sangat mengeluhkan dengan aksi membahayakan dan rawan tawuran tersebut.

”Kami amankan 35 unit motor di jalan dam Wiroborang, 3 unit motor di jalan raya Kedungasem dan 10 unit motor di jalan raya Tongas. Semua kami amankan, karena aksi balap liar,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Pemilik motor dikatakan Zainullah, juga sempat diamankan ke Mapolres Probolinggo Kota untuk dilakukan pembinaan.

Mereka dikembalikan ke orang tuanya untuk dilakukan pengawasan lebih ketat. Untuk itu, orang tua harus lebih menjaga dan mengawasi aksi atau kegiatan anak-anaknya. Jangan sampai mereka malah ikut dalam aksi balap liar.

”Berawal dari ikut liat-liat aksi balap liar, terus mencoba dan akhirnya ikutan aksi balap liar,” ungkapnya.

Zainullah mengakui, banyaknya aduan dan keluhan dari masayrakat terkait aksi balap liar tersebut.

Biasanya, mereka lakukan balap liar itu pada sore hari menjelang buka puasa atau malam hari jelang sahur.

PROTOLAN: Motor yang disita Polsek Paiton lantaran hendak digunakan balap liar.
PROTOLAN: Motor yang disita Polsek Paiton lantaran hendak digunakan balap liar.
STAND BY: Personel Polres Pasuruan siaga di lokasi yang kerap digunakan untuk balap liar.
STAND BY: Personel Polres Pasuruan siaga di lokasi yang kerap digunakan untuk balap liar.

Pihaknya pastikan, akan langsung tindak lanjuti laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan aksi balap liar.

”Kami berharap peran serta masyarakat untuk melaporkan saat ada aksi balap liar. Karena aksi itu membahayakan dan rawan terjadi tawuran,” terangnya.

Hal serupa juga dilakukan Polres Probolinggo beserta polsek jajaran. Senin (18/3) sore lalu, polisi membubarkan balap liar di jalan Pantura Desa Sumberejo, Kecamatan Paiton.

Dua pelaku berhasil diamankan oleh Polisi untuk dibina. Sementara penonton dan pelaku lainnya kabur saat operasi.

Kapolsek Paiton AKP Maskur Ansori mengatakan bahwa aksi balap liar memang kerap dikeluhkan masyarakat di sekitar jalan pantura Paiton. Khususnya saat menjelang berbuka puasa dan menjelang sahur.

Hal itu kemudian ditindaklanjuti oleh polisi dengan melakukan patroil rutin. Termasuk Senin (lalu, polisi mendapati dua orang sedang melakukan balap liar di jalan raya Pantura Desa Sumberejo.

“Dua pelaku yang kami amankan kemudian kami berikan peringatan dan pembinaan. Jika melakukan balap liar lagi akan kami tindak tegas,” katanya saat dikonfirmasi Selasa (19/3).

Kapolsek menambahkan, saat ini polisi sudah melakukan upaya preemtif maupun preventif.

Upaya tersebut dilakukan secara maksimal. Namun saat patroli dilaksanakan banyak pelaku yang kabur meninggalkan lokasi. Sementara saat petugas sudah tidak ada, pelaku kembali lagi ke lokasi.

Setali tiga uang. Polres Pasuruan juga bergerak cepat menggelar Patroli Presisi Ramadan di tiga lokasi berbeda pada Senin (18/3).

Patroli ini bertujuan untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat selama bulan Ramadan. Khususnya dari aksi balap liar, tawuran perang sarung, dan geng motor.

Kapolres Pasuruan AKBP Teddy Chandra mengatakan, patroli iru merupakan upaya preventif untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

”Kami ingin masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan nyaman tanpa rasa khawatir,” kata Teddy.

Tiga lokasi yang menjadi fokus patroli kali ini adalah Jalan Raya Pandaan–Bangil, Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Warkop atau Angkringan di Jalan Raya Pandaan Cianjur IBC, Kecamatan Pandaan dan Jalan Raya Surabaya–Malang, Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo.

”Kami berharap dengan patroli rutin ini, situasi kamtibmas di Kabupaten Pasuruan, terutama di bulan Ramadan ini, dapat terjaga dengan baik.

Masyarakat pun bisa tenang dan nyaman dalam menjalankan ibadah puasa hingga menyambut Hari Raya Idul Fitri,” katanya. (mas/ar/tom/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#polres probolinggo #balap liar #Polres Probolinggo Kota #polres pasuruan