Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mencium Bendera Merah Putih

r
Penulis: radar bromo❯
Ilustrasi mencium bendera merah putih AI.
Ilustrasi mencium bendera merah putih AI.

Advertisement

 Oleh: Herumawan P A

Aku memandangi empat bendera Merah Putih terpasang di atas tiang bendera yang berjajar rapi di pinggir jalan kampung. Salah satu bendera Merah Putih mulikku. Kuperhatikan satu per satu. 

     “Lihat Pak, Bendera Merah Putih nomor empat paling bersih dan warnanya tidak pudar.” kudengar seorang anaik kecil tetanggaku berkata pada bapaknya yang berdiri di sampingnya. Lalu kulihat sang bapak tersenyum menanggapinya sambil bergegas mengandengnya pergi.

Advertisement

     Kalau tidak cepat-cepat digandeng bapaknya pergi, aku akan menjawab perkataannya, “O iya, itu Bendera Merah Putihku. Aku membelinya sejak kecil, selalu mencucinya hingga bersih dan kering, kutaruh dalam wadah khusus lalu kusimpan di lemari.” Tapi untunglah keduanya cepat pergi, aku malah bersyukur karena tak jadi pamer.

***

     Tapi semenjak bendera Merah Putih yang kusayangi kuhibakan untuk kampung karena dana membeli keperluan 17 agustusan terpotong untuk efisiensi anggaran keuangan RT/RW, aku tidak bisa tidur tanpa menciumi bendera Merah Putihku.

Advertisement

     Karena biasanya, aku selalu mencium bendera Merah Putih sebelum kuberangkat tidur. Kebiasaan yang sulit kuhilangkan sejak pertama kali aku membelinya saat kecil. Hati ini pun terasa nyaman. Semua perasaan sedih yang terjadi padaku seakan hilang tidak berbekas dan aku pun bisa segera tertidur nyenyak.

     Kini aku masih terjaga, membayangkan keadaan bendera Merah Putihku di atas tiang bendera. Akankah tetap berkibar di sana atau ada tangan jahil yang mengambilnya? Atau merusaknya?

     Bendera Merah Putih seolah sudah menjadi bagian penting hidupku. Dan kini kenangan itu menerorku untuk terus mengingatnya. Membuatku  ingin kembali melihatnya. Aku bangun dari tempat tidur, Kemudian beranjak keluar kamar, menaiki sepeda onthel.

     Sampai di pinggir jalan kampung tempat empat bendera Merah Putih terpasang, kulihat jalanan tampak lengang Aku melangkah menuju ke salah satu tiang tempat bendera Merah Putihku terikat. Kulepaskan simpul ikatan tali di bawah lalu menurunkannya. Kuciumi bendera Merah Putihku seakan tidak mau lagi berpisah darinya. Seolah aku tidak rela membiarkannya sendirian berada di atas tiang bendera.

Advertisement

Artikel Terkait

Detik-Detik Proklamasi, Kibarkan Bendera Merah Putih Sepanjang 17 Meter di Dam Pleret Pasuruan   

Detik-Detik Proklamasi, Kibarkan Bendera Merah Putih Sepanjang 17 Meter di Dam Pleret Pasuruan  

Detik-detik proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia dirayakan secara tidak biasa oleh warga sekitar Dam Pleret, Pasuruan

Tukang Cukur Bogor Minta Maaf Pegang Bendera Merah Putih, Netizen: Seharusnya Negara yang Minta Maaf

Tukang Cukur Bogor Minta Maaf Pegang Bendera Merah Putih, Netizen: Seharusnya Negara yang Minta Maaf

Tukang cukur di Bogor, Nurhidayat alias Apuy, meminta maaf setelah mempertanyakan makna kemerdekaan dan menolak memasang bendera.

Sebanyak 15 Napi Rutan Bangil Diusulkan Dapat Amnesti, 175 Dapat Remisi

Sebanyak 15 Napi Rutan Bangil Diusulkan Dapat Amnesti, 175 Dapat Remisi

Dari 15 usulan amnesti, sembilan di antaranya masuk kategori amnesti kemanusiaan dan enam masuk amnesti kebangsaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer