BANGIL, Radar Bromo – Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan mulai meramu "jurus" pembangunan untuk tahun 2027.
Setelah turun ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing dalam rangkaian reses, para wakil rakyat kini sibuk membedah ribuan usulan masyarakat untuk dijadikan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang tajam dan tepat sasaran.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat menegaskan, usulan yang masuk dari akar rumput bukan sekadar daftar keinginan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus diperjuangkan.
Masukan dari dialog publik hingga kunjungan lapangan, menjadi basis kuat dalam merumuskan rekomendasi pembangunan kepada pemerintah daerah.
“Aspirasi masyarakat yang kami serap selama reses menjadi bahan baku utama. Kami godok serius, agar arah pembangunan daerah ke depan benar-benar berpihak pada kebutuhan rakyat, bukan sekadar proyek rutinitas,” tegas Samsul.
Sejumlah sektor strategis menjadi sorotan utama dalam Pokir kali ini. Mulai dari penguatan ekonomi kerakyatan, perbaikan infrastruktur desa, hingga peningkatan kualitas layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Masalah pengentasan kemiskinan juga menjadi poin krusial yang terus ditekan oleh para anggota dewan.
Samsul menambahkan, sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan menjadi kunci agar Pokir tersebut tidak hanya berhenti di atas kertas.
DPRD ingin memastikan setiap usulan memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat di bawah.
“Harapannya, program pembangunan yang dirancang nantinya, benar-benar tepat sasaran. Kami ingin memberikan manfaat nyata bagi konstituen melalui kebijakan yang efektif,” jelasnya. (tom/one)
Editor : Moch Vikry Romadhoni