BANGIL, Radar Bromo - Masih banyak stigma tentang wanita yang selalu kalah dengan kaum Adam.
Anggapan itu perlu ditepis jauh-jauh. Apalagi di era yang serba digital seperti saat ini karena pemberdayaan wanita menjadi foKus pemerintah saat ini.
Itulah tema besar talk show Jagongan Bersama Wakil Rakyat (Jawara) bersama Wakil Ketua 1 DPRD 1 Adinda Denisa.
Talk show yang digelar di Café Deplatte, Bangil yang mengambil tema “Empowerment Women” pada Minggu (30/11) pagi ini, tidak hanya mengupas soal perempuan dan sekelumitnya. Tapi juga soal motivasi dan apa yang harus dilakukan seorang perempuan.
Narasumber yang hadir juga begitu kompeten. Ada Anisa selaku owner Anmuajiba serta Erri Wahyu Puspitarini yang punya basic akademisi dan pegiat pemberdayaan perempuan.
Belum lagi Adinda Denisa, Wakil Ketua 1 DPRD yang merupakan wakil rakyat perempuan muda. Talk show bersama Jawa Pos Radar Bromo tersebut juga dihadiri oleh undangan yang mayoritas kaum hawa.
Sebagai seorang politisi, Adinda senang karena saat ini banyak perempuan hebat bermunculan. Sebab wanita sangat dibutuhkan perannya di manapun. Munculnya wanita hebat ini tentu juga harus didasari keinginan kuat untuk maju dan berani.
“Say yes to opportunity. Jangan pernah bilang tidak terhadap kesempatan yang ada di depan kita, Karena jika tidak mencoba maka kita tidak akan pernah tahu,” beber politisi Gerindra ini.
Adinda Denisa menambahkan bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat.
"Menjadi seorang perempuan yang tangguh yaitu kita ambil dari setiap kesempatan yang ditawarkan, terhadap kesepakatan yang ada, bisa atau tidak di iain aja dulu," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya perempuan memiliki peran aktif dalam pembangunan bangsa dan meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat.
Lain halnya dengan yang disebutkan Anisa. Pengusaha yang bergerak di bidang bordir dan 3d ini menyebut, sebelum dia mengawali usahanya hingga memiliki banyak pekerja, Anisa pernah jatuh dan bangun. Tapi dia enggan untuk menyerah.
"Perempuan harus tidak berdiam diri, jadi perempuan jangan takut menghadapi masa depan," ujar Anisa.
Sampai Anisa mengenang, suatu saat ada tawaran yang bekerjasama dengan pemerintah, untuk mengikuti expo.
“Saya juga pernah sampai harus jual motor dan margin saat itu sangat tipis. Tapi jika dahulu saya menyerah, mungkin sekarang malah tidak jadi apa-apa. Intinya, jangan takut untuk mencoba,” beber Anisa.
Begitupula dengan Erri Wahyu Puspitarini. Sebagai seorang dosen, dia kini juga senang banyak mahasiswa terutama perempuan, punya daya saing kuat.
Erri yang juga menjadi Sekretaris TP PKK Kabupaten Pasuruan ini mengatakan, pemerintah kini sudah banyak memberiukan ruang untuk kemajuan di berbagai bidang.
“Lembaga DPRD dari parlemen dan pemkab yang ada di eksekutif, sudah berkolaborasi dengan baik. Tinggal kita menyikapi tantangan itu. Mau maju atau tidak. Kami bersyukur di Kabupaten Pasuruan ini sudah banyak perempuan seperti Bu Anisa dan Mbak Adinda ini yang mebuktikan bahwa perempuan berdaya turut bisa mensejahterakan,” beber Erri Wahyu.
Erri Wahyu juga menyoroti pentingnya dukungan kolektif dan jejaring. "Jadi perempuan yang tangguh itu mungkin akan sulit kalau kita berdiri sendiri, akan kuat apabila kita saling menguatkan bersama, bersatu berkolaborasi dan jejaring itu penting saling sama sama menguatkan, sehingga nanti ketercapaian itu bisa kita raih bersama sama," ujarnya
Sinergi ketiga narasumber ini menghasilkan diskusi yang komprehensif, membahas peningkatan kapasitas perempuan dari berbagai perspektif—mulai dari politik, ekonomi, hingga peran dalam rumah tangga dan masyarakat.
Talk show ini tidak hanya sekadar mendengarkan, melainkan juga memicu interaksi yang intens.
Audience yang hadir juga Nampak antusias dan aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab, berbagi pengalaman pribadi, serta memberikan saran-saran konstruktif untuk mengatasi tantangan yang dihadapi perempuan di Pasuruan.
Salah satu peserta, Septy Anggy Anggraeny, mengungkapkan rasa terima kasih dan motivasinya.
"Acara ini sangat inspiratif dan memotivasi saya untuk terus berjuang meningkatkan kapasitas diri dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa," ujarnya, mewakili semangat yang dirasakan banyak peserta lain.
Diskusi mendalam ini membuka wawasan baru tentang strategi praktis yang bisa dilakukan perempuan, mulai dari literasi digital, keterampilan soft skill, hingga networking politik.
Acara ini diakhiri dengan colisng statement kepada para narasumber, diikuti dengan sesi foto bersama.
Semua peserta sangat puas dan berharap acara seperti ini dapat terus digelar untuk meningkatkan kapasitas perempuan dan kemajuan bangsa.
Talk show ini selengkapnya bisa disaksikan di channel Radar Bromo TV, Senin (1/12) pukul 19.00.
Berita ini ditulis oleh Rahmawati, mahasiswa Universitas Nadhlatul Ulama yang sedang magang di Jawa Pos Radar Bromo. (fun)
Editor : Fandi Armanto