BANGIL, Radar Bromo - Kekayaan pariwisata Kabupaten Pasuruan kian bertambah.
Tahun ini, dua desa lagi resmi menyandang status sebagai desa wisata, menambah daftar panjang destinasi menarik.
Kedua desa tersebut adalah Desa Karangsono di Kecamatan Wonorejo dan Desa Ngadiwono di Kecamatan Tosari.
Tambahan ini menjadikan Kabupaten Pasuruan kini memiliki 17 desa wisata yang tersebar di berbagai kecamatan. Mulai dari Tutur hingga Gempol.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa, mengatakan dua desa wisata anyar ini menawarkan daya tarik yang unik dan berbeda.
Desa Karangsono mengandalkan konsep wisata alam buatan yang modern dan instagramable.
Di sana, wisatawan bisa menikmati Alun-alun Karangsono dengan berbagai spot foto menarik, kolam renang, hamparan kebun pisang Cavendish, hingga kebun hidroponik yang edukatif.
Sementara itu, Desa Ngadiwono menyuguhkan pesona alam yang otentik. Berada di kawasan Gunung Bromo, desa ini menampilkan keindahan kebun-kebun yang berjajar rapi dan rumah penduduk yang masih alami.
Menawarkan pengalaman wisata yang dekat dengan kehidupan lokal.
Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata, Nusantoro, menjelaskan perkembangan penetapan status desa wisata ini.
“Kalau untuk Desa Karangsono sudah menerima SK Penetapan Desa Wisata,” kata Nusantoro.
Sedangkan untuk Desa Ngadiwono masih dalam proses penetapan.
Nusantoro menegaskan, bahwa untuk menjadi desa wisata, ada beberapa syarat krusial yang harus dipenuhi.
Di antaranya memiliki potensi wisata yang jelas, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk mendukung pariwisata, serta kesiapan dan komitmen masyarakat desa untuk mengembangkan potensi wisata mereka.
Selain itu, perencanaan yang matang, dukungan penuh dari pemerintah daerah, dan kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah juga menjadi faktor penentu.
“Semua persyaratan telah dipenuhi oleh Desa Karangsono dan Ngadiwono,” ujarnya.
Dengan semakin bertambahnya jumlah desa wisata, Nusantoro berharap geliat desa-desa lain untuk mengembangkan potensi pariwisata mereka akan terus tumbuh.
“Kalau semakin banyak semakin bagus. Karena efeknya, ya meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pasuruan,” terangnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin