Rencana itu diungkapkan Humas RSUD Bangil Ghozali. Ia mengungkapkan, pendapatan jasa parkir di RSUD Bangil sejatinya bisa dimaksimalkan. Sebab, tingkat kunjungan ke rumah sakit pelat merah tersebut cukup tinggi.
Setiap bulannya, pendapatan yang bisa diterima dari jasa parkir mencapai Rp 700 juta - Rp 800 juta. Nilai itu menurut Ghozali, sejatinya bisa tingkatkan lagi.
“Seharusnya bisa dimaksimalkan pendapatan yang masuk. Paling tidak, bisa sampai Rp 1 miliar. Bahkan, bisa lebih,” kata Ghozali.
Untuk itulah, bakal diterapkan e-parking di RSUD Bangil. Menurut Ghozali, e-parking bisa menjadi solusi dalam memaksimalkan pendapatan dari jasa parkir di RSUD Bangil. Karena penggunaan e-parking akan lebih akuntabel.
“Banyak hal yang bisa didapatkan dengan sistem e-parking. Salah satunya, lebih akuntabel,” bebernya.
Rencananya, penerapan e-parking akan direalisasikan tahun depan. Sebagai tahap awal, uji coba akan dilakukan Desember 2018. “Akan kami lakukan uji coba dulu, baru kemudian penerapannya di bulan Januari 2019,” pungkasnya. (one/fun) Editor : Jawanto Arifin