Ada Pengoplosan Beras SPHP, Bulog Perketat Pengawasan Mitra Supaya Stok Tak Terganggu

BANGIL, Radar Bromo-Dugaan penyimpangan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, ternyata tidak berhenti pada 20 ton yang ditemukan polisi saat penggerebekan.
Ativitas pengemasan ulang itu diduga telah berlangsung lebih dari sepekan. Dan selama itu, total beras mencapai 70 ton sudah beredar.
Beras program pemerintah tersebut diduga dipindahkan dari kemasan resmi ke karung polos sebelum dijual kembali ke sejumlah wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Praktik itu membuka persoalan baru dalam pengawasan distribusi beras SPHP, terutama setelah beras keluar dari gudang Bulog.
Bulog sendiri memastikan dugaan penyimpangan tersebut tidak mengganggu pasokan beras SPHP di Kabupaten Pasuruan. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di wilayah kerja Bulog Kantor Cabang Malang disebut masih mencukupi.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Malang M. Nurjuliansyah Rachman, menyatakan, penyaluran beras SPHP di wilayah kerjanya tetap berjalan sesuai jadwal.
Ketersediaan stok di gudang Bulog, termasuk untuk wilayah Kabupaten Pasuruan, masih dalam kondisi cukup.
“Kami memastikan kejadian tersebut tidak mengganggu keberlangsungan distribusi beras SPHP di wilayah Pasuruan, katanya.
Distribusi beras SPHP tetap berjalan sesuai jadwal tanpa ada gangguan. Ketersediaan stok cadangan beras pemerintah di Bulog Kantor Cabang Malang maupun Kabupaten Pasuruan dalam kondisi cukup. “Jadi, kasus tersebut tidak menjadi kendala dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujar Anung –sapaannya.



