Beras SPHP Justru Kurang Diminati, Serapan Beras Murah Pemerintah Masih Rendah

BANGIL, Radar Bromo - Ketersediaan beras di Kabupaten Pasuruan, belum menjadi persoalan.
Harga pun masih terkendali. Namun, ada catatan lain yang muncul dari pemantauan Satgas Pangan.
Beras murah program pemerintah justru belum banyak diminati konsumen.
Kondisi itu terungkap, saat Satgas Pangan Kabupaten Pasuruan menyisir Pasar Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jumat (11/9).
Tim gabungan memeriksa lima lapak pedagang beras serta satu gerai ritel modern di sekitar kawasan pasar.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan dua hal. Stok tersedia dan harga tidak melewati Harga Eceran Tertinggi (HET).
Hasilnya memang belum ditemukan pedagang yang menjual beras di atas ketentuan. Pasokan juga masih dinilai aman.
“Sejauh ini tidak ada transaksi penjualan di atas ketentuan HET dan stok pasokan dipastikan aman,” kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan sekaligus Kasatgas Pangan AKP Rizky Akbar Kurniadi.
Di lapangan, HET beras SPHP ditetapkan Rp 12.500 per kilogram. Beras medium Rp 13.500 per kilogram.
Sedangkan beras premium maksimal Rp 14.900 per kilogram. Menariknya, harga beras premium justru masih berada di bawah batas tersebut. Pedagang menjualnya sekitar Rp 14.500 per kilogram.



